Aliansi Rakyat Aceh Ancam Inap dan Kunci Gerbang Kantor Gubernur Jika Tuntutan Tak Direspons

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDA ACEH – Massa aksi dari Aliansi Rakyat Aceh (ARA) mengultimatum Pemerintah Aceh untuk segera menemui demonstran yang bertahan di Kantor Gubernur Aceh dalam aksi penolakan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Koordinator lapangan aksi, Tengku Raja Aulia Habibie, mengatakan massa telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan memutuskan tetap bertahan di kawasan Kantor Gubernur Aceh hingga malam hari.

“Tadi kami sudah berkoordinasi, saya sebagai jubir aliansi bersama korlap dan sembilan simpul lembaga dengan Kapolres. Kami ingin menginap di Kantor Gubernur dan Alhamdulillah permintaan dari rekan-rekan aliansi diindahkan oleh pihak Polresta,” kata Raja usai negosiasi terkait aksi unjuk rasa pencabutan Pergub JKA, Senin (11/5/2026).

Menurut Raja, massa akan tetap bertahan sambil menunggu Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, atau Sekda Aceh menemui mereka secara langsung untuk membahas tuntutan pencabutan Pergub JKA.

“Kami akan menunggu gubernur, wakil gubernur, dan sekda menemui kami sampai malam nanti,” ujarnya.

Ia menegaskan, massa telah menyiapkan langkah lanjutan apabila hingga pukul 22.00 WIB tidak ada pejabat Pemerintah Aceh yang menemui mereka.

“Seandainya nanti tidak dijumpai, maka besok pagi kami akan mengunci dan merantai gerbang. Ada tiga gerbang di Kantor Gubernur, itu akan kami kunci agar yang di luar tidak bisa masuk dan yang di dalam tidak bisa keluar,” katanya.

Meski demikian, Raja memastikan massa tidak akan melakukan tindakan anarkis selama bertahan di lokasi aksi. Menurutnya, massa akan mengisi kegiatan dengan aksi damai seperti pembacaan puisi, bernyanyi, hingga doa bersama.

“Kami tidak akan melakukan tindakan apa pun. Mungkin ada puisi, nyanyi bersama, doa bersama sampai gubernur, wakil gubernur, atau sekda menemui kami terkait tuntutan pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 sesuai permintaan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa massa aksi dan aparat kepolisian telah sepakat menjaga situasi tetap kondusif selama demonstrasi berlangsung. Massa bahkan mengaku siap membantu mengamankan pihak-pihak yang diduga menjadi provokator maupun penyusup di tengah aksi.[R]

Share:
Komentar

Berita Terkini