BSI Aceh Gandeng Media Tingkatkan Literasi Ekonomi Syariah

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDA ACEH – PT Bank Syariah Indonesia Region Aceh terus memperkuat literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat melalui kegiatan Media Gathering bersama insan pers Aceh yang digelar di Landmark BSI Region Aceh, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi antara dunia perbankan syariah dan media massa dalam membangun pemahaman yang lebih luas terkait perkembangan ekonomi syariah di Aceh.

Acara itu dihadiri CEO BSI Region Aceh, Imsak Ramadhan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, Nasir Nurdin, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, pimpinan media, serta sejumlah wartawan dari berbagai platform media di Aceh.

Dalam sambutannya, Imsak Ramadhan menegaskan media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. 

Menurutnya, perkembangan ekonomi syariah tidak hanya bergantung pada sektor perbankan, tetapi juga membutuhkan dukungan informasi yang edukatif dan mudah dipahami publik.

Ia mengatakan wartawan dan media merupakan ujung tombak penyebaran informasi yang mampu membentuk cara pandang masyarakat terhadap sistem ekonomi syariah. 

Karena itu, peningkatan pemahaman insan pers mengenai konsep, produk, hingga perkembangan industri keuangan syariah menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi masyarakat.

“Media adalah mitra penting bagi BSI dalam menyampaikan edukasi ekonomi syariah kepada masyarakat. Ketika wartawan memahami substansi ekonomi syariah dengan baik, maka informasi yang disampaikan kepada publik juga akan semakin berkualitas, objektif, dan mudah diterima,” ujar Imsak.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan ekonomi syariah nasional. 

Dengan penerapan sistem berbasis syariah, masyarakat Aceh dinilai memiliki kedekatan yang kuat terhadap konsep ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam.

Karena itu, BSI Region Aceh terus mendorong berbagai program edukasi dan kolaborasi lintas sektor agar pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah semakin meningkat. 

Tidak hanya terkait perbankan, tetapi juga mencakup gaya hidup halal, penguatan UMKM syariah, hingga pengembangan ekosistem ekonomi syariah secara menyeluruh.

Sementara itu, Nasir Nurdin mengapresiasi langkah BSI yang terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi bersama media. 

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkaya wawasan wartawan, khususnya dalam memahami isu-isu ekonomi syariah yang terus berkembang.

Ia menilai wartawan saat ini dituntut tidak hanya mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus memahami substansi isu yang diberitakan agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang mendidik masyarakat.

“Ekonomi syariah kini menjadi salah satu isu strategis, terutama di Aceh. Karena itu, wartawan perlu terus meningkatkan kapasitas dan pemahaman agar informasi yang disampaikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Nasir.

Perwakilan OJK Wilayah Aceh dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keuangan dan media dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah. 

Media dinilai memiliki pengaruh besar dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan syariah.

Selain menjadi ajang diskusi dan berbagi informasi, kegiatan Media Gathering itu juga berlangsung hangat dan interaktif. 

Para peserta berdiskusi mengenai perkembangan industri perbankan syariah, tantangan literasi keuangan, hingga peluang penguatan ekonomi syariah di Aceh pada masa mendatang.

Melalui kegiatan tersebut, BSI Region Aceh berharap hubungan kemitraan dengan media dapat terus diperkuat sehingga edukasi mengenai ekonomi syariah dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Dengan sinergi yang baik antara perbankan, regulator, dan media, diharapkan literasi keuangan syariah di Aceh semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih sehat, inklusif, dan berkeadilan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini