BANDA ACEH – Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) kembali menggelar demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (13/5/2026), untuk menuntut pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Aksi yang berlangsung sejak sore itu diwarnai ketegangan hingga aksi saling dorong antara demonstran dan aparat kepolisian.
Pantauan di lokasi, massa mulai berdatangan sekitar pukul 15.40 WIB dengan membawa spanduk dan berbagai atribut penolakan terhadap kebijakan terbaru JKA.
Meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut, massa tetap bertahan di depan pintu masuk Kantor Gubernur Aceh sambil menyampaikan orasi secara bergantian.
Dalam orasinya, massa menilai Pergub Nomor 2 Tahun 2026 merugikan masyarakat kecil karena dianggap membatasi akses pelayanan kesehatan yang selama ini diperoleh melalui program JKA.
Mereka mendesak Pemerintah Aceh segera mencabut aturan tersebut dan mengembalikan sistem pelayanan kesehatan seperti sebelumnya.
Situasi mulai memanas ketika sebagian massa mencoba merangsek masuk ke area kantor gubernur.
Aparat kepolisian yang berjaga di pintu utama langsung menghadang sehingga terjadi aksi saling dorong di tengah hujan deras.
Sekitar pukul 16.25 WIB, mobil water cannon milik kepolisian mulai ditempatkan menghadap ke arah massa aksi. Kehadiran kendaraan taktis itu memicu teriakan demonstran yang meminta aparat tidak melakukan tindakan represif.
Namun, ketegangan kembali meningkat saat massa terus menekan barikade aparat. Polisi akhirnya menyemprotkan water cannon sebanyak dua kali untuk membubarkan kerumunan yang semakin mendekati pintu masuk kantor gubernur.
Semburan air bertekanan tinggi membuat massa berhamburan ke berbagai arah, terutama ke sisi kanan halaman kantor gubernur untuk menghindari semprotan.
Meski demikian, sebagian demonstran tetap bertahan dan kembali berkumpul untuk melanjutkan aksi.
Dalam situasi yang semakin ricuh, sejumlah aparat kepolisian terlihat sempat terdorong mundur akibat desakan massa yang terus mencoba mendekati area utama gedung pemerintahan tersebut.
Polisi kemudian memperkuat pengamanan dengan menambah barikade di halaman Kantor Gubernur Aceh.
Hingga menjelang malam, demonstrasi masih berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat keamanan.
Arus lalu lintas di sekitar kawasan Kantor Gubernur Aceh juga sempat mengalami perlambatan akibat massa yang memadati lokasi aksi.
Demonstrasi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang juga digelar Aliansi Rakyat Aceh (ARA).
Pada aksi sehari sebelumnya, massa bahkan bertahan hingga malam hari untuk menyuarakan penolakan terhadap Pergub JKA yang kini menjadi perhatian publik di Aceh.
Massa berharap Pemerintah Aceh membuka ruang dialog dan mendengar aspirasi masyarakat agar polemik terkait Jaminan Kesehatan Aceh tidak terus berkepanjangan.[]
