Banda Aceh – Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Aceh Besar memastikan empat atletnya berhasil melaju ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV setelah tampil pada babak pra kualifikasi cabang olahraga Wushu yang berlangsung di Banda Aceh sejak 9 Mei 2026.
Dari total atlet yang lolos, dua di antaranya berhasil mempersembahkan medali emas untuk Aceh Besar. Mereka adalah M. Saif Ritonga yang turun di kelas 75 kilogram putra dan Rabil Di Maret di kelas 56 kilogram putra.
Sementara dua atlet lainnya yang juga memastikan tiket ke PORA XIV yakni Novriza Raihanda di kelas 48 kilogram putri dan Sri Ardianti. Keduanya lolos melalui jalur wildcard sebagai atlet yang pernah memperkuat Aceh pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ketua Pengcab Wushu Aceh Besar, Muhajir, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet dan pelatih yang telah berjuang maksimal selama babak kualifikasi berlangsung.
“Alhamdulillah, empat atlet Wushu Aceh Besar berhasil lolos ke PORA. Dua di antaranya bahkan meraih medali emas pada babak kualifikasi ini. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Aceh Besar,” ujarnya di Banda Aceh, Kamis (14/5/2026).
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan atlet Wushu di Aceh Besar terus mengalami perkembangan positif.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari disiplin latihan para atlet serta dukungan semua pihak. Kami berharap para atlet terus menjaga performa agar dapat memberikan hasil terbaik pada PORA mendatang,” tambahnya.
Muhajir juga menyebut kehadiran atlet berpengalaman yang pernah tampil di PON menjadi modal penting bagi tim Wushu Aceh Besar untuk menghadapi PORA XIV.
“Kami optimis dengan kekuatan yang ada, termasuk atlet wildcard yang berpengalaman di level lebih tinggi, Aceh Besar dapat bersaing dan meraih prestasi maksimal di PORA nanti,” katanya.
Selain itu, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Pengprov Wushu Aceh terkait satu atlet putri lainnya, Inayah Adilla J, yang turun di kelas 60 kilogram putri.
“Jika dinyatakan lolos, maka Aceh Besar akan mengirimkan lima atlet Wushu pada PORA XIV mendatang,” pungkasnya.[]
