Jambi – Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Provinsi Jambi memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi atas keberhasilan pengungkapan kasus besar tindak pidana narkotika lintas provinsi.
Pengungkapan tersebut dilakukan pada 11 Mei 2026 oleh Ditresnarkoba Polda Jambi dengan barang bukti berupa 20 kilogram sabu, 20.241 butir ekstasi, serta narkotika golongan II jenis baru etomidate sebanyak 4,34 liter. Dalam kasus ini, petugas juga mengamankan empat tersangka.
Ketua DPW FRIC Jambi, Dody, menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Ditresnarkoba Polda Jambi yang dinilai berhasil menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkotika dalam jumlah besar.
Menurutnya, estimasi nilai barang bukti tersebut mencapai sekitar Rp26 miliar dan diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 125 ribu jiwa dari penyalahgunaan narkoba.
“Atas keberhasilan tersebut, kami dari FRIC Provinsi Jambi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ditresnarkoba Polda Jambi atas kinerja dalam pengungkapan kasus narkotika ini,” ujar Dody.
Ia juga menilai bahwa upaya kepolisian tidak hanya sebatas penindakan, tetapi juga mencakup langkah preventif melalui sosialisasi ke sekolah dan perguruan tinggi untuk mencegah generasi muda terpapar narkoba.
FRIC, lanjutnya, menyatakan siap mendukung Polda Jambi dalam upaya memutus rantai peredaran narkotika di wilayah Jambi serta memperkuat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Setiap kinerja terbaik Polri akan kami sampaikan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada pimpinan Polri hingga Mabes Polri,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Dewa Made Palguna, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan FRIC dan seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk organisasi masyarakat dan media.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam pemberantasan narkoba di Jambi. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadi Agent of Change dalam program P4GN,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berani menolak narkoba dengan prinsip hidup positif seperti mengalihkan aktivitas ke olahraga, musik, dan kegiatan bermanfaat lainnya, serta menjauhi lingkungan yang berisiko.
“Mari bersama-sama berani berkata ‘Tolak Narkoba’ demi Jambi yang bersih dari penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya.[]
