Galeri Kebudayaan Aceh Diluncurkan, Digitalisasi Jadi Upaya Lestarikan Sejarah dan Identitas

Editor: Syarkawi author photo

 

Acara launching Galeri Kebudayaan Aceh yang berlangsung di gedung Dekranasda Aceh Besar, Sabtu (02/04/2026). Foto: MC Aceh Besar

Aceh Besar – Upaya pelestarian sejarah dan budaya Aceh memasuki babak baru melalui peluncuran Galeri Kebudayaan Aceh berbasis digital di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi para pegiat budaya dan sejarah ini menjadi langkah strategis dalam mendokumentasikan sekaligus memperluas akses publik terhadap warisan budaya Aceh di tengah arus modernisasi yang kian pesat.

Peluncuran tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, dan merupakan bagian dari program Karya Kreatif Inovatif Dana Indonesiana yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi, melibatkan akademisi, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat untuk menelusuri kembali sejarah panjang Aceh serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga identitas budaya.

Rangkaian acara diawali dengan laporan panitia, dilanjutkan peluncuran situs web Galeri Kebudayaan Aceh, pemutaran film bertema budaya, serta diskusi interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.

Ketua panitia, Al Kindi Mahlil Idham, menyampaikan bahwa kehadiran galeri digital ini bukan hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai pusat dokumentasi sejarah yang berkelanjutan.

“Melalui digitalisasi, benda-benda sejarah yang rentan rusak atau hilang dapat tetap terjaga dalam bentuk digital. Ini adalah langkah awal untuk memastikan warisan budaya Aceh tetap lestari,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan platform tersebut akan terus dilakukan secara bertahap, serta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar manfaatnya semakin luas.

Ketua panitia, Al Kindi Mahlil Idham saat menyampaikan laporan kegiatan dalam peluncuran Galeri Kebudayaan Aceh, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Sabtu (2/5/2026). Foto: MC Aceh Besar

Sementara itu, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Aceh.

“Kita memiliki sejarah panjang dan pernah mencapai kejayaan besar. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk memahami dan menjaga warisan tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga bahasa Aceh sebagai bagian dari jati diri daerah. Menurutnya, generasi ideal adalah yang mampu menggunakan bahasa Aceh sekaligus bahasa Indonesia secara seimbang.

“Jika kita tidak menjaga bahasa dan budaya, maka kita akan kehilangan jati diri. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Melalui peluncuran Galeri Kebudayaan Aceh berbasis digital ini, diharapkan pelestarian budaya tidak lagi terbatas pada bentuk fisik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga sejarah dan identitas Aceh tetap hidup dan dapat diakses oleh generasi masa kini maupun mendatang.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini