Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu, 3 Mei 2026, terpantau stabil tanpa perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas pecahan 1 gram masih berada di level Rp2.796.000.
Stabilnya harga ini mencerminkan kondisi pasar yang relatif tenang di tengah dinamika ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian.
Meski tidak mengalami kenaikan, posisi harga emas yang tetap tinggi dinilai masih menarik minat investor sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), terutama di tengah fluktuasi nilai tukar dan tekanan inflasi.
Selain harga jual, nilai buyback atau harga jual kembali emas Antam juga tercatat tidak berubah, yakni Rp2.586.000 per gram.
Harga ini menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emasnya ke Antam.
Untuk rincian pecahan, emas Antam tersedia dalam berbagai ukuran. Pecahan 0,5 gram dibanderol Rp1.448.000, sementara 2 gram dijual Rp5.532.000.
Adapun pecahan lebih besar seperti 5 gram dan 10 gram masing-masing dipasarkan seharga Rp13.755.000 dan Rp27.455.000.
Di sisi lain, harga emas di PT Pegadaian juga menunjukkan tren stabil. Untuk produk emas UBS ukuran 1 gram, harga dipatok Rp2.802.000, sedikit lebih tinggi dibandingkan Antam.
Sementara emas Galeri 24 untuk ukuran yang sama dijual Rp2.788.000, atau sedikit lebih rendah dari harga emas Antam.
Perbedaan harga antarproduk tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor merek, biaya produksi, serta tingkat likuiditas di pasar.
Meski demikian, ketiganya tetap menjadi pilihan populer bagi masyarakat Indonesia yang ingin berinvestasi dalam logam mulia.
Analis pasar menyebutkan, stabilnya harga emas saat ini tidak terlepas dari pergerakan harga emas global yang cenderung konsolidatif.
Data dari Trading Economics menunjukkan harga emas dunia masih bertahan di level tinggi, meski belum mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini membuat banyak investor memilih menahan posisi sambil menunggu sinyal yang lebih jelas dari pasar global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral dan perkembangan geopolitik internasional.
Di tengah situasi tersebut, emas tetap dianggap sebagai instrumen investasi yang aman dan stabil dalam jangka panjang. Selain mudah dicairkan, emas juga memiliki nilai yang relatif tahan terhadap inflasi.
Namun demikian, masyarakat diimbau tetap memperhatikan biaya tambahan seperti pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen untuk setiap pembelian emas batangan di Logam Mulia.
Fluktuasi harga yang dapat terjadi sewaktu-waktu juga perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan transaksi.
Dengan harga yang masih berada di level tinggi dan cenderung stabil, emas diperkirakan tetap menjadi salah satu pilihan utama investasi masyarakat Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi ke depan.[]
