Ketua DPRK Banda Aceh Terima Audiensi BEM USK, Bahas Isu Strategis Daerah

Editor: Syarkawi author photo

 

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, menerima audiensi pengurus BEM USK di Gedung DPRK Banda Aceh, Kamis (7/5/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis Aceh serta penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan daerah.

Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah menerima kunjungan audiensi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM USK) di ruang kerjanya di Gedung DPRK Banda Aceh, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan dialogis dengan membahas berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat Aceh.

Audiensi dipimpin langsung Ketua Umum BEM USK 2026 bersama jajaran pengurus harian. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga menjadi ruang diskusi terkait tantangan pembangunan daerah, pendidikan, ekonomi masyarakat, hingga peran generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial dan demokrasi di Aceh.

Dalam sambutannya, Irwansyah mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang aktif membangun komunikasi dengan para pemangku kebijakan. 

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sekaligus penyambung aspirasi masyarakat.

“Mahasiswa adalah kekuatan intelektual yang selalu hadir membawa gagasan dan kritik konstruktif demi kemajuan daerah. Kami di DPRK Banda Aceh sangat terbuka terhadap masukan dan pandangan dari adik-adik mahasiswa,” ujar Irwansyah.

Ia menegaskan DPRK Banda Aceh membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen, termasuk akademisi dan mahasiswa, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara legislatif dan mahasiswa dapat menciptakan suasana demokrasi yang sehat dan produktif.

Dalam dialog tersebut, pengurus BEM USK turut menyampaikan sejumlah pandangan terkait kondisi sosial masyarakat Aceh. 

Mereka menyoroti isu pendidikan, lapangan kerja bagi generasi muda, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pentingnya peningkatan ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.

Ketua Umum BEM USK 2026 menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengkritik kebijakan, tetapi juga ingin menjadi mitra strategis pemerintah dan lembaga legislatif dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Kami ingin membangun komunikasi yang lebih intens dengan DPRK Banda Aceh agar aspirasi mahasiswa dan masyarakat dapat tersampaikan dengan baik. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal pembangunan daerah,” ujarnya.

Selain membahas pembangunan daerah, diskusi juga menyinggung pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi, memperkuat persatuan generasi muda, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik.

Irwansyah berharap mahasiswa terus menjaga semangat kritis yang objektif dan solutif. 

Menurutnya, peran mahasiswa sangat penting dalam sejarah perjalanan Aceh, terutama dalam mengawal kebijakan publik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Mahasiswa harus tetap menjadi motor penggerak perubahan sosial yang positif. Kritik yang dibangun dengan data dan solusi tentu akan sangat membantu pemerintah dan DPRK dalam mengambil kebijakan yang tepat,” katanya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara DPRK Banda Aceh dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala. 

Kedua pihak berharap komunikasi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi mendukung kemajuan Kota Banda Aceh dan Aceh secara umum.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini