![]() |
| Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menerima audiensi Pengurus Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) Aceh di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh, Senin (11/5/2026). Foto: Humas DPRK |
Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., menerima kunjungan audiensi Pengurus Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) Aceh di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh, Senin (11/5/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan menjadi momentum mempererat sinergi dalam upaya mengembangkan seni nasyid sebagai media dakwah serta syiar Islam di Kota Banda Aceh.
Dalam suasana penuh keakraban, Irwansyah menyambut baik kedatangan para pengurus dan pegiat seni religi yang tergabung dalam ANN Aceh.
Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi komunitas nasyid dalam menjaga eksistensi seni Islami di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan hiburan digital.
Menurut Irwansyah, seni nasyid memiliki peran penting dalam memperkuat identitas Banda Aceh sebagai kota yang menerapkan nilai-nilai syariat Islam.
“Kami sangat mendukung peran ANN dalam mensyiarkan nilai-nilai Islam melalui seni nasyid. Ini merupakan bagian dari identitas Kota Banda Aceh sebagai kota syariat,” ujar Irwansyah.
Ia menilai, seni religi seperti nasyid tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan dakwah yang efektif, khususnya bagi generasi muda.
Karena itu, ia mendorong para pelaku seni nasyid untuk terus berinovasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dakwah.
Irwansyah juga menyampaikan rencana menghadirkan grup nasyid dari Malaysia ke Aceh sebagai bagian dari upaya memperluas ruang kolaborasi dan inspirasi bagi pelaku seni religi di daerah.
“Kita ingin anak-anak muda Aceh semakin bersemangat mengembangkan seni Islami dan memiliki ruang untuk terus berkarya,” katanya.
Sementara itu, Ketua ANN Aceh, Miraj, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Ketua DPRK Banda Aceh terhadap perkembangan seni nasyid di daerah.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah dan lembaga legislatif sangat penting untuk menjaga keberlangsungan seni religi agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari berbagai kolaborasi nyata, termasuk penyelenggaraan festival dan kegiatan nasyid berskala daerah di Kota Banda Aceh.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah grup nasyid dan seni religi di Aceh, di antaranya Grup Nasyid Kautsar, Skala, Lamda, Imsida, Menzeel, Dzikrayat, Salju, TNU, Fizi Voice, serta Grup Gambus Aceh Nisfun Nahar (Anis Sahur) dan Ismul Azham.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama serta diskusi santai mengenai perkembangan seni nasyid dan tantangan dakwah melalui seni religi di Banda Aceh.[]
