Aceh Selatan – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan nasional terus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.
Salah satunya melalui percepatan pembangunan Jembatan Aramco di kawasan Buluh Seuma, Kabupaten Aceh Selatan, yang saat ini dikerjakan oleh personel Kodim 0107/Aceh Selatan.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka keterisolasian wilayah pedalaman serta menyediakan akses transportasi yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat.
Infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi warga.
Di lapangan, personel Satgas TNI AD saat ini memfokuskan pekerjaan di titik Jembatan Wak Rage.
Tahapan yang tengah dikerjakan meliputi pengecoran tiang jembatan serta penimbunan bagian kepala jembatan sebagai fondasi utama sebelum memasuki tahap penyelesaian.
Meski menghadapi medan yang cukup berat, semangat personel tetap tinggi. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara cermat untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang.
Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Aramco bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan harapan baru bagi masyarakat pedalaman.
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan mobilitas sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan di jalur penghubung Aceh Selatan–Aceh Singkil dilakukan secara bertahap dengan total lima unit jembatan yang direncanakan.
Hingga saat ini, dua unit jembatan telah rampung dan sudah dimanfaatkan masyarakat. Sementara dua unit lainnya tengah dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan segera selesai dalam waktu dekat. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan pada satu titik terakhir, yakni Jembatan Bailey.
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat vital karena akan memperlancar mobilitas warga serta distribusi hasil perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber utama perekonomian masyarakat setempat.
“Kehadiran TNI tidak hanya pada aspek pertahanan, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan masyarakat, termasuk melalui pembangunan infrastruktur,” tegas Dandim.
Masyarakat Buluh Seuma pun menyambut baik percepatan pembangunan tersebut. Warga berharap jembatan ini dapat segera rampung sehingga mempermudah akses ke pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Selama ini, keterbatasan akses terutama saat musim hujan kerap menghambat aktivitas warga. Dengan adanya jembatan, diharapkan mobilitas menjadi lebih lancar dan biaya distribusi hasil pertanian dapat ditekan.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah, terutama dalam peningkatan kualitas jalan penghubung agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara maksimal.
Pembangunan Jembatan Aramco di Buluh Seuma menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan di wilayah pedalaman.
Diharapkan, upaya ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Aceh Selatan.[]
