Kodim 0108/Agara Bangun Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Perkuat Akses dan Ekonomi Warga

Editor: Syarkawi author photo

 


KUTACANE – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan prajurit TNI bersama masyarakat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (22/5/2026).

Pembangunan jembatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi TNI dan rakyat dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. 

Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat menjadi akses penghubung yang lebih aman dan layak bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Personel Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga terlihat bahu-membahu menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari penggalian pondasi titik nol, pemasangan material konstruksi, hingga pengecoran pondasi utama jembatan.

Kegiatan tersebut dipimpin Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, dengan melibatkan 12 personel TNI yang diterjunkan untuk membantu percepatan pembangunan bersama masyarakat Desa Teger Miko.

Meski bekerja di bawah terik matahari, semangat kebersamaan antara TNI dan warga tetap terjaga. Suasana penuh keakraban juga terlihat selama proses pengerjaan, mencerminkan eratnya hubungan emosional antara aparat teritorial dan masyarakat binaannya.

Di sela kegiatan, Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat dalam membuka akses transportasi yang lebih baik.

Ia menyebutkan, selama ini masyarakat masih mengalami kesulitan melintasi jalur penghubung, terutama saat musim hujan dan meningkatnya debit sungai.

“Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil pertanian, memperlancar akses ekonomi, serta memudahkan anak-anak menuju sekolah. Selain itu, kegiatan gotong royong ini juga mempererat silaturahmi TNI dan masyarakat,” ujar Pelda Ahmad Saan.

Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Desa Teger Miko yang terus terlibat dalam setiap proses pembangunan. 

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pekerjaan di lapangan.

Sejumlah tahapan teknis pembangunan juga telah berhasil diselesaikan, di antaranya penguatan pondasi serta pengecoran tapak utama jembatan yang akan menjadi struktur penyangga utama konstruksi.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda ini diharapkan dapat membuka keterisolasian wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses transportasi yang lebih layak. 

Infrastruktur tersebut juga diharapkan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi desa dan mempercepat mobilitas warga di berbagai sektor kehidupan.

Selain pembangunan fisik, Babinsa juga terus mengedukasi masyarakat agar budaya gotong royong tetap dijaga sebagai warisan luhur bangsa yang memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini