Aceh Tenggara – Pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres positif.
Memasuki tahapan penting, personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan pemasangan besi penahan pondasi serta persiapan pemasangan tiang jembatan, Kamis (28/5/2026).
Pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI dan warga setempat.
Sejak pagi hari, mereka tampak bahu-membahu mengangkat material, menyusun rangka besi, hingga memasang besi penahan pondasi yang menjadi salah satu komponen utama penyangga kekuatan jembatan.
Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat kuat selama proses pembangunan berlangsung.
Kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat.
Selain membantu pekerjaan fisik, personel Babinsa juga memberikan motivasi dan semangat kepada warga agar pembangunan berjalan lancar, aman, dan selesai sesuai target yang telah direncanakan.
Salah seorang Babinsa yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan, pembangunan jembatan gantung perintis sangat dibutuhkan masyarakat Desa Kumbang Jaya dan wilayah sekitarnya karena selama ini akses penghubung antarwilayah masih terbatas.
“Pembangunan jembatan gantung ini merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat. Karena itu, kami bersama warga terus bekerja secara gotong royong agar proses pengerjaan berjalan lancar dan dapat selesai tepat waktu sesuai perencanaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemasangan besi penahan pondasi menjadi tahapan penting karena berfungsi memperkuat struktur utama jembatan.
Oleh sebab itu, seluruh proses pengerjaan dilakukan secara teliti agar kualitas konstruksi benar-benar terjamin.
Menurutnya, aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam pembangunan jembatan tersebut agar nantinya dapat digunakan masyarakat dengan aman dan bertahan dalam jangka panjang.
“Pemasangan besi penahan ini sangat menentukan kekuatan jembatan nantinya. Kami ingin hasil pembangunan benar-benar kokoh, aman, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.
Keterlibatan personel TNI dalam pembangunan jembatan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.
Warga mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa yang turut mempercepat proses pekerjaan sekaligus membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan gantung tersebut dapat segera rampung sehingga akses transportasi menjadi lebih mudah dan lancar, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta distribusi hasil pertanian warga.
Selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, jembatan gantung perintis itu juga diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik menuju fasilitas umum dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kumbang Jaya.
Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan tersebut menjadi bukti kuat bahwa budaya gotong royong masih terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat Aceh Tenggara serta menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa.[]
