Muhsin Raih ISAD Awards 2026, Tokoh Dayah Penggerak Kemandirian Ekonomi Aceh

Editor: Syarkawi author photo

 

Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I. menerima penghargaan ISAD Awards 2026 di Aula MPU Aceh, Sabtu (2/5/2026), atas dedikasinya dalam mendorong kemandirian ekonomi dayah di Aceh.

Banda Aceh — Tokoh pendidikan dayah Aceh, Muhsin, kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan ISAD Awards 2026 sebagai Tokoh Dayah yang dinilai berperan aktif dalam mendorong kemandirian ekonomi dayah di Aceh.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni yang berlangsung di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Sabtu (2/5/2026). 

Dalam kesempatan itu, Muhsin yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh menerima penghargaan di hadapan para ulama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

Muhsin dinilai layak menerima penghargaan tersebut atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperkuat peran dayah, tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pilar kemandirian ekonomi masyarakat. 

Berbagai program yang digagasnya mendorong dayah-dayah di Aceh untuk lebih mandiri dalam pengelolaan sumber daya serta pengembangan usaha produktif.

“Penghargaan ini bukan untuk pamer, tetapi menjadi motivasi bagi kami untuk terus memajukan pendidikan dan kemandirian dayah di Aceh,” ujar Muhsin.

Ia menegaskan bahwa kemajuan dayah harus berjalan seiring dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan keislaman sebagai fondasi utama. 

Menurutnya, kemandirian ekonomi menjadi faktor penting agar dayah mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan global.

Panitia penyelenggara menyebutkan, ISAD Awards merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan dayah di Aceh. 

Muhsin dipilih karena dinilai memiliki komitmen kuat, loyalitas, serta konsistensi dalam mendukung penguatan dayah.

Selain itu, ia juga dikenal aktif mendorong inovasi, membangun jejaring, serta menginisiasi berbagai program pemberdayaan ekonomi yang melibatkan santri dan masyarakat sekitar.

Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi tokoh lainnya untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan dayah. 

Dengan kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, dayah di Aceh diharapkan mampu menjadi lembaga pendidikan yang unggul sekaligus mandiri secara ekonomi.

Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa peran dayah tidak hanya terbatas pada pendidikan agama, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong kemandirian ekonomi umat di Aceh.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini