![]() |
| Drs. M. Isa Alima Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh |
BANDA ACEH – Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Drs. M. Isa Alima, menyampaikan keprihatinannya atas dinamika yang terjadi di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) dalam beberapa waktu terakhir.
Ia mengajak seluruh pihak untuk tetap berpikir jernih serta bersama-sama menjaga suasana kondusif di kampus yang disebutnya sebagai salah satu pusat harapan pendidikan masyarakat Aceh.
“Kita semua harus prihatin dengan apa yang terjadi di USK. Kampus ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga harapan rakyat Aceh untuk melahirkan generasi yang berkualitas. Karena itu, semua pihak harus berpikir jernih dan tidak membiarkan emosi menguasai akal,” ujar Isa Alima.
Menurutnya, USK sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Aceh memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia daerah.
Karena itu, setiap dinamika yang terjadi di dalam lingkungan kampus tidak hanya berdampak pada civitas akademika, tetapi juga pada citra Aceh secara luas.
“USK adalah salah satu pusat pendidikan penting di Aceh. Kita tidak boleh membiarkan hal-hal yang terjadi merusak marwah kampus yang telah dibangun selama puluhan tahun. Semua pihak harus menahan diri dan menjaga suasana tetap teduh,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya pihak kampus dalam menangani situasi yang berkembang saat ini.
Menurutnya, proses yang sedang berjalan perlu dihormati dengan sikap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kita harus percaya pada proses yang sedang berjalan. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Yang paling penting adalah menjaga suasana tetap kondusif di lingkungan kampus,” jelasnya.
Isa Alima berharap seluruh elemen di USK dapat kembali memperkuat kebersamaan dan menjaga marwah institusi pendidikan tersebut agar tetap menjadi ruang yang sehat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kontribusi bagi kemajuan Aceh dan bangsa.[]
