BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh kembali menghadirkan program pasar murah guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di dua lokasi berbeda pada Kamis (21/5/2026), dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Pelaksanaan pasar murah pertama digelar mulai pukul 09.00 WIB di halaman Masjid Jami’ Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan pukul 11.00 WIB di halaman Kantor Camat Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Aceh dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Menjelang Idul Adha, permintaan berbagai kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat dan berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran.
Melalui pasar murah tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Komoditas yang umumnya tersedia antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur, tepung, serta sejumlah bahan kebutuhan harian lainnya.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Aceh terhadap kondisi ekonomi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang perayaan hari raya.
Selain membantu masyarakat berpenghasilan rendah, program pasar murah diharapkan mampu menjaga daya beli warga serta menekan laju inflasi daerah.
Selama ini, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah terbilang tinggi. Selain karena harga yang lebih murah, kegiatan tersebut juga mempermudah warga memperoleh kebutuhan pokok di lokasi yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
Pemerintah Aceh berharap pelaksanaan pasar murah dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kehadiran program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui pelayanan langsung yang menyentuh kebutuhan warga.
Momentum menjelang Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai waktu untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, berbagai program yang berpihak kepada masyarakat terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.[]
