Pemkab Aceh Besar Dukung Program Jejak Taman Hidupkan Budaya Anak di Ruang Publik

Editor: Syarkawi author photo

 


KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mendukung pelaksanaan program “Jejak Taman” yang menghadirkan berbagai aktivitas budaya bagi anak-anak, seperti prakarya, permainan tradisional, dan pertunjukan seni, sebagai upaya menghidupkan kembali ruang publik yang inklusif sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Jantho, Senin (11/5/2026), itu didanai melalui program Dana Indonesia Raya kategori Pendayagunaan Ruang Publik dari Kementerian Kebudayaan.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dilibatkan langsung dalam berbagai aktivitas kreatif, mulai dari workshop prakarya berbahan lokal, permainan rakyat tradisional, hingga pertunjukan seni yang menampilkan bakat-bakat muda daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Fahrurrazi, SE, mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu menjadi ruang edukasi budaya sekaligus sarana penguatan karakter generasi muda.

“Kami sangat mendukung pola aktivasi seperti ini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melihat sinkronisasi antara permainan tradisional dan pendidikan karakter sangat kuat. Data dari aktivitas ini akan menjadi pijakan kami dalam memastikan pemajuan kebudayaan di Aceh Besar berjalan secara berkelanjutan,” ujar Fahrurrazi.

Sementara itu, penerima manfaat program, Julia Maslah, S.Sn., menyebutkan Jejak Taman menjadi ruang untuk membangun kembali kedekatan anak-anak dengan budaya lokal melalui kegiatan kreatif yang menyenangkan.

“Melalui prakarya, pertunjukan seni, dan permainan tradisional ini, kita sedang merajut kembali memori kolektif anak-anak terhadap budaya mereka. Kami ingin menghadirkan ruang di mana imajinasi mereka dapat tumbuh bebas namun tetap berpijak pada nilai-nilai inklusif dan harmonis,” katanya.

Program Jejak Taman mengusung konsep inklusivitas, harmonisasi, dan keberlanjutan dengan tujuan menjadikan ruang publik sebagai pusat aktivitas budaya anak yang dapat berlangsung secara rutin di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem budaya yang hidup dan kreatif di ruang publik, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di kalangan generasi muda.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh Besar Fazlun, SH., MT., Camat Kota Jantho Jalaluddin, S.Sos., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta sejumlah kepala sekolah.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini