Bener Meriah — Personel TNI dari Yonzipur 16/Dhika Anoraga terus menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam mempercepat pembangunan Jembatan Bailey di Jalur Dua Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terganggu akibat banjir besar pada November 2025 lalu.
Jembatan Bailey sepanjang 30 meter itu dibangun di ruas jalan penghubung Kampung Karang Rejo dengan Simpang Tiga.
Jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat karena menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, hingga jalur transportasi menuju Bandara Rembele dan sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Bener Meriah.
Hingga Minggu (24/5/2026), progres pembangunan jembatan telah mencapai 89 persen. Personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga terus bekerja maksimal di lapangan guna memastikan pembangunan selesai sesuai target pada akhir Mei 2026.
Dalam proses pengerjaan, personel TNI melaksanakan berbagai tahapan pembangunan secara teliti, mulai dari pemasangan rangka baja, penguatan pondasi, hingga penyempurnaan struktur jembatan.
Meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, semangat pengabdian personel tetap tinggi demi menghadirkan jembatan yang kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Pembangunan Jembatan Bailey tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
Sebelumnya, banjir besar pada akhir tahun 2025 menyebabkan kerusakan parah pada jembatan lama sehingga aktivitas masyarakat dan akses transportasi sempat terganggu.
Sejak dimulainya pengerjaan, personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga bekerja tanpa mengenal waktu demi mempercepat proses pembangunan.
Dengan mengedepankan semangat gotong royong dan profesionalisme, personel TNI terus berupaya memberikan hasil terbaik agar masyarakat segera kembali menikmati akses jalan yang aman dan lancar.
Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan terbukanya kembali akses penghubung antarwilayah, distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan aktivitas ekonomi masyarakat diyakini dapat kembali berjalan normal dan lebih efektif.
Salah seorang warga setempat, Nurdin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada personel TNI yang telah bekerja keras membangun kembali jembatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat memberikan harapan baru bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan akibat rusaknya akses penghubung tersebut.
Ia menuturkan, selama jembatan rusak akibat banjir, masyarakat harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit dilalui, terutama saat membawa hasil pertanian maupun kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang terus bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan pembangunan jembatan ini. Kehadiran jembatan ini nantinya sangat membantu masyarakat dan mempermudah aktivitas kami sehari-hari,” ujarnya.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan dapat segera rampung sehingga jalur tersebut kembali dapat digunakan dengan aman dan nyaman.
Selain itu, warga juga berharap jembatan yang dibangun memiliki kualitas yang kuat dan mampu bertahan menghadapi kondisi cuaca ekstrem di masa mendatang.
Dedikasi dan semangat pengabdian personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga dalam pembangunan Jembatan Bailey tersebut mendapat apresiasi positif dari masyarakat.
Kehadiran TNI dinilai tidak hanya berperan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pembangunan jembatan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bener Meriah semakin lancar, aktivitas masyarakat kembali normal, serta roda perekonomian tumbuh lebih baik demi mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan warga.[]
