BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, mengikuti Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perencanaan Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan yang digelar di Hotel Hermes Palace, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para kepala dinas pendidikan serta pejabat teknis dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Rakortek ini bertujuan menyamakan persepsi terkait penyusunan perencanaan pemenuhan SPM pendidikan agar pelaksanaannya di daerah dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pembahasan mengenai strategi pencapaian indikator SPM, penguatan tata kelola pendidikan, hingga optimalisasi penggunaan data pendidikan sebagai dasar penyusunan program.
Rahmawati mengatakan, Rakortek menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak dasar masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas dan merata.
“Rakortek ini sangat penting untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Melalui forum ini, kami mendapatkan berbagai arahan dan strategi dalam mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan SPM pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk sekolah, tenaga pendidik, serta masyarakat.
“Kami di Aceh Besar terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui perencanaan yang matang dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Dengan perencanaan yang baik, program pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi guru, maupun pemerataan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik.
“Pemenuhan SPM bukan hanya soal memenuhi indikator, tetapi bagaimana memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas. Ini menjadi komitmen kami dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar,” tambahnya.
Selain sesi koordinasi dan diskusi, Rakortek tersebut juga diisi dengan pendampingan teknis terkait penyusunan dokumen perencanaan serta evaluasi pelaksanaan program pendidikan di masing-masing daerah.
Melalui keikutsertaan dalam Rakortek ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar diharapkan semakin siap menyusun langkah-langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan demi terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat.[]
