Survei Muda Bicara ID: Mualem Masuk Lima Besar Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda

Editor: Syarkawi author photo

 

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) masuk lima besar kepala daerah dengan kinerja terbaik versi survei Muda Bicara ID, mencerminkan apresiasi anak muda terhadap kepemimpinannya di tengah persaingan nasional.

JAKARTA – Hasil survei terbaru yang dirilis Muda Bicara ID menempatkan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, dalam jajaran lima besar kepala daerah dengan kinerja terbaik menurut penilaian anak muda Indonesia. 

Survei yang mencakup periode Januari hingga Maret 2026 tersebut menunjukkan Mualem memperoleh tingkat apresiasi sebesar 7,2 persen dari total responden.

Capaian ini menjadi indikator bahwa kepemimpinan Mualem masih mendapat perhatian dan apresiasi dari generasi muda, meski bersaing dengan sejumlah kepala daerah lain yang memiliki eksposur nasional lebih luas. 

Dalam konteks Aceh, hasil ini juga mempertegas bahwa kebijakan dan pendekatan kepemimpinan yang dijalankan dinilai tetap relevan.

Pada posisi teratas, Sherly Tjoanda mencatatkan perolehan tertinggi sebesar 18,5 persen. Disusul Pramono Anung di posisi kedua dengan 17,3 persen, serta Dedi Mulyadi di posisi ketiga dengan 17,1 persen.

Sementara itu, posisi keempat ditempati Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan raihan 15 persen, menunjukkan konsistensi pengaruhnya di kalangan masyarakat, termasuk generasi muda.

Survei ini menggunakan metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) dengan teknik stratified random sampling terhadap 800 responden berusia 17 hingga 40 tahun. 

Metode tersebut dinilai mampu menghasilkan data yang lebih representatif karena mencakup beragam latar belakang responden, mulai dari usia, jenis kelamin, hingga sebaran wilayah.

Selisih perolehan suara di antara tiga besar yang relatif tipis menunjukkan bahwa penilaian anak muda terhadap kinerja kepala daerah bersifat dinamis. 

Sejumlah faktor dinilai berpengaruh, seperti tingkat visibilitas di ruang publik, kemampuan komunikasi, serta kedekatan dengan isu-isu yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Masuknya Mualem dalam lima besar juga mencerminkan adanya pengakuan terhadap gaya kepemimpinannya, khususnya dalam menjaga stabilitas daerah serta memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat Aceh. 

Meski tidak selalu menjadi sorotan utama di tingkat nasional, kiprahnya tetap mendapat perhatian dari kalangan muda yang semakin kritis dan selektif.

Hasil survei ini sekaligus menjadi refleksi bahwa tolok ukur kinerja kepala daerah di mata generasi muda tidak hanya ditentukan oleh program kerja, tetapi juga oleh cara kebijakan tersebut dikomunikasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di tengah perubahan lanskap informasi dan meningkatnya peran generasi muda dalam membentuk opini publik, temuan ini menjadi sinyal bagi para kepala daerah untuk terus beradaptasi. 

Kinerja tidak hanya dinilai dari hasil, tetapi juga dari kedekatan, transparansi, dan kemampuan membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat. (**)

Share:
Komentar

Berita Terkini