Tanggul Krueng Peuto Jebol Tak Kunjung Diperbaiki, Tiga Desa di Lhoksukon Langganan Banjir

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Utara — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lhoksukon kembali menyebabkan aliran Krueng Peuto meluap dan menggenangi permukiman warga di tiga desa, yakni Gampong Krueng LT, Dayah LT, dan Kumbang LT. 

Kondisi ini diduga diperparah oleh tanggul sungai yang jebol dan belum diperbaiki sejak terdampak banjir besar pada Desember 2015.

Amatan di lapangan, Minggu (24/5/2026), menunjukkan air sungai meluap hingga memasuki area permukiman warga di sekitar bantaran Krueng Peuto. 

Warga menyebut, setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun, wilayah tersebut kerap kembali dilanda banjir.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Usman (56), mengatakan bahwa banjir kini menjadi langganan di tiga desa tersebut bahkan saat hujan turun dalam waktu singkat.

“Kalau hujan sebentar saja, sudah banjir. Ini sangat merugikan masyarakat karena air masuk ke rumah dan mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera turun tangan memperbaiki tanggul Krueng Peuto yang hingga kini belum tertangani secara maksimal.

“Harapan kami pemerintah lebih serius menangani Krueng Peuto ini. Tanggul yang jebol harus segera diperbaiki agar masyarakat tidak terus-menerus terdampak banjir,” katanya.

Usman juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara untuk segera meninjau langsung kondisi di lapangan serta mengerahkan alat berat guna mempercepat perbaikan tanggul sungai tersebut.

“Warga berharap Bupati Aceh Utara dapat segera mengambil langkah cepat dengan mengerahkan alat berat untuk memperbaiki tanggul yang rusak,” tambahnya.

Masyarakat setempat berharap penanganan serius dapat segera dilakukan agar banjir yang selama ini terjadi berulang dapat diminimalisir dan tidak lagi merugikan warga di tiga desa tersebut.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini