Aceh Selatan – Semangat gotong royong antara prajurit TNI Angkatan Darat dan masyarakat kembali menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.
Hal itu terlihat dalam proses pembangunan Jembatan Aramco di titik Suak Lele, kawasan permukiman Buluh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Sejak pagi, personel TNI bersama warga telah berada di lokasi untuk melanjutkan pekerjaan. Meski dihadapkan pada medan berat, akses jalan terbatas, serta cuaca panas, semangat kebersamaan tetap terjaga.
Mereka bahu-membahu mengangkut material, menyiapkan adukan semen, hingga melakukan pengecoran lantai jembatan secara manual.
Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan kerja fisik, tetapi juga memperlihatkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci percepatan pembangunan, khususnya di daerah terpencil.
Jembatan Aramco merupakan proyek strategis yang dinantikan masyarakat. Selama ini, warga Buluh Seuma dan sekitarnya kerap menghadapi kendala akses transportasi, terutama saat musim hujan ketika jalur menjadi licin dan sulit dilalui.
Kehadiran jembatan ini diharapkan memberikan akses yang lebih aman dan lancar bagi aktivitas sehari-hari.
Selain meningkatkan mobilitas, jembatan ini juga akan mendukung perekonomian masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Distribusi hasil produksi yang sebelumnya terhambat diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien.
Lebih jauh, jembatan ini akan membuka konektivitas antarwilayah, khususnya jalur penghubung antara Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Singkil melalui kawasan Buluh Seuma.
Dampaknya diyakini akan meningkatkan aktivitas ekonomi, sosial, serta akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Ws Pasiops Kodim 0107/Aceh Selatan, Faisal Kurniawan, menyampaikan bahwa progres pembangunan Jembatan Aramco saat ini telah mencapai sekitar 85 persen. Ia optimistis pekerjaan dapat segera rampung jika semangat gotong royong terus terjaga.
“Alhamdulillah, pembangunan berjalan baik. Kekompakan TNI dan masyarakat menjadi kunci utama percepatan pekerjaan. Kami optimalkan seluruh tahapan agar jembatan ini segera dapat dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan TNI merupakan bentuk kepedulian terhadap kesulitan masyarakat, khususnya terkait keterbatasan akses transportasi di daerah terpencil.
Faisal juga mengapresiasi antusiasme warga yang terlibat aktif dalam setiap tahapan pembangunan.
“Kami sangat menghargai partisipasi masyarakat. Tanpa dukungan mereka, pekerjaan ini tidak akan berjalan secepat ini. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tambahnya.
Dengan progres yang hampir rampung, Jembatan Aramco diharapkan segera difungsikan. Kehadirannya tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan warga di Aceh Selatan dan Aceh Singkil.[]
