Redelong – Personel TNI bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan masyarakat terus mempercepat perbaikan Jembatan Bailey Umah Besi di Desa Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah.
Memasuki hari ketiga pengerjaan, proses perbaikan dilakukan siang dan malam demi memulihkan akses transportasi di jalur nasional Takengon–Bireuen yang sempat terganggu akibat kerusakan jembatan tersebut, Selasa (12/5/2026).
Kerusakan terjadi pada bagian galangan Jembatan Bailey yang mengakibatkan arus lalu lintas terganggu dan menimbulkan antrean kendaraan cukup panjang.
Jalur tersebut merupakan salah satu akses utama penghubung antarwilayah dan antarprovinsi di Aceh yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Sejak kerusakan terjadi, personel gabungan dari TNI, Dinas PU, dan masyarakat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi. Berbagai tahapan perbaikan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan serta kekuatan konstruksi agar jembatan dapat kembali digunakan secara aman.
Selama proses perbaikan berlangsung, kendaraan roda empat sementara dialihkan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan distribusi logistik, khususnya kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok yang setiap hari melintasi jalur nasional tersebut.
Danramil 03/Timang Gajah Kodim 0119/Bener Meriah, Kapten Inf Takdir Anur, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait terus bersinergi agar proses perbaikan segera selesai sehingga akses jalan nasional kembali normal.
“Kerusakan Jembatan Bailey Umah Besi sangat mengganggu aktivitas masyarakat karena menyebabkan kemacetan panjang. Untuk sementara kendaraan dialihkan melalui jalan alternatif selama proses pengerjaan berlangsung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, personel TNI bersama Dinas PU dan masyarakat bekerja tanpa mengenal waktu demi mempercepat penyelesaian perbaikan pada bagian galangan jembatan yang mengalami kerusakan.
“Untuk mempercepat pengerjaan, personel TNI, Dinas PU, dan masyarakat bekerja siang dan malam agar perbaikan galangan jembatan yang patah dapat segera dituntaskan,” lanjutnya.
Menurutnya, percepatan perbaikan dilakukan agar akses penghubung antarwilayah tidak terputus terlalu lama.
Jalur Takengon–Bireuen merupakan akses vital yang berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dari daerah pedalaman menuju pusat pasar di berbagai wilayah Aceh.
Selain menghambat kendaraan umum, kerusakan jembatan juga berdampak pada distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Bener Meriah dan sekitarnya.
Kapten Inf Takdir Anur menambahkan, pada hari ketiga pengerjaan, tim gabungan fokus melakukan pemasangan baut pada bagian galangan jembatan sebagai salah satu tahapan penting dalam pemulihan konstruksi agar jembatan kembali kokoh dan aman dilalui kendaraan.
“Proses perbaikan Jembatan Umah Besi terus kita kejar. Hari ini dilakukan pemasangan baut pada galangan jembatan sehingga akses ini dapat segera dibuka kembali untuk kendaraan roda empat dan aktivitas masyarakat kembali lancar,” pungkasnya.
Masyarakat setempat pun menyampaikan apresiasi atas gerak cepat TNI bersama Dinas PU dalam menangani kerusakan jembatan tersebut. Warga berharap proses perbaikan segera rampung agar aktivitas transportasi dan distribusi barang kembali normal.
Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan personel TNI, Dinas PU, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penyelesaian perbaikan Jembatan Bailey Umah Besi sehingga akses transportasi nasional tersebut kembali normal dan mendukung kelancaran roda perekonomian masyarakat di wilayah Bener Meriah dan sekitarnya.[]
