ACEH – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Salah satu ulama kharismatik yang menjadi panutan umat, Tgk. Idris bin Tgk. Muhammad Banteng, dikabarkan wafat dan berpulang ke rahmatullah.
Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mengenalnya sebagai sosok alim, sederhana, dan penuh dedikasi dalam dakwah Islam.
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan, salah satunya dari Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Aceh periode 2024–2029, Tgk. Ahmada MZ.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya ulama yang juga dikenal sebagai Ayahanda Abu Muslim At-Tahiri serta Imam FPI Aceh tersebut.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Tgk. Ahmada MZ.
Almarhum Tgk. Idris dikenal sebagai tokoh yang memiliki peran besar dalam pengembangan pendidikan dayah di Aceh, khususnya melalui kepemimpinannya di Dayah Darul Mujahidin.
Dedikasinya dalam membina generasi muda agar berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kuat telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan syiar Islam di daerah tersebut.
Selain itu, kiprah almarhum dalam membimbing umat serta menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat menjadikannya figur yang sangat dihormati. Sosoknya dikenal bijaksana, rendah hati, dan istiqamah dalam perjuangan dakwah.
Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi Aceh, khususnya dalam dunia pendidikan Islam dan komunitas dayah.
Banyak pihak berharap semangat dan perjuangan almarhum dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus, sehingga nilai-nilai yang telah ditanamkan tetap hidup dan berkembang.
Di tengah suasana duka, masyarakat diimbau untuk terus mendoakan almarhum agar amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan segala kesalahannya diampuni.
Doa dan kenangan baik menjadi warisan berharga yang akan selalu dikenang oleh umat. (**)
