140 Pemuda Ikuti Sosialisasi AI PB-IPAR, Antusiasme Peserta Lampaui Kuota

Editor: Syarkawi author photo

 

Sosialisasi Artificial Intelligence (AI) yang digelar PB-IPAR di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (13/6/2026). Foto: PB IPAR

ACEH BESAR – Antusiasme generasi muda Aceh Besar untuk memahami perkembangan teknologi digital terlihat dari membludaknya peserta dalam kegiatan Sosialisasi Artificial Intelligence (AI) yang digelar Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Rayeuk (PB-IPAR) di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (13/6/2026).

Sebanyak 140 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) mengikuti kegiatan tersebut. Tingginya minat terhadap teknologi kecerdasan buatan bahkan membuat panitia harus menutup pendaftaran lebih awal karena keterbatasan kapasitas.

Ketua Panitia Pelaksana, Mujiburrahman, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pemanfaatan AI secara produktif dan bertanggung jawab, khususnya dalam mendukung aktivitas kerja dan pengembangan kapasitas diri.

Menurutnya, peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur pemerintahan hingga pekerja sektor swasta yang telah akrab dengan penggunaan teknologi digital dalam kesehariannya.

“Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi kita dalam bekerja menggunakan AI, baik di lingkungan pemerintahan maupun swasta,” ujar Mujiburrahman.

Ia mengungkapkan bahwa antusiasme peserta jauh melampaui ekspektasi panitia. Bahkan setelah kuota terpenuhi, masih banyak pemuda yang ingin mendaftar namun tidak dapat diakomodasi.

“Dari total 140 peserta yang terdaftar, masih ada yang ingin mendaftar. Namun karena keterbatasan kapasitas dan kesiapan panitia, pendaftaran terpaksa ditutup lebih awal,” katanya.

Untuk memperkaya wawasan peserta, PB-IPAR menghadirkan akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ir. Kahlil Muchtar, S.T., M.Eng., sebagai narasumber utama.

Selain menjabat sebagai Associate Professor di USK, Kahlil Muchtar juga dikenal aktif sebagai Wakil Ketua ASASI Aceh.

Dalam sesi pemaparan dan diskusi, peserta diajak memahami perkembangan teknologi AI, peluang pemanfaatannya di berbagai sektor, serta tantangan etika yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana transfer pengetahuan sehingga pemahaman peserta terhadap teknologi AI semakin meningkat dan dapat diterapkan secara positif dalam berbagai bidang,” ujar Mujiburrahman.

Sementara itu, Anggota DPRA Iskandar Ali yang akrab disapa Cut Ih, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

Menurutnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan membawa banyak manfaat bagi masyarakat, namun juga berpotensi disalahgunakan apabila tidak dibarengi dengan pemahaman yang baik.

“AI sering disalahgunakan untuk kepentingan tertentu. Karena itu, kegiatan ini harus menjadi momentum bagi kita bersama untuk memahami dan menggunakan AI secara bijak,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda Aceh Besar untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi digital. 

Menurutnya, AI dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas, hingga membuka peluang ekonomi baru bagi kaum muda.

“Manfaatkan teknologi untuk kepentingan yang bermartabat dan produktif. AI dapat menjadi peluang untuk berkarya, berinovasi, bahkan menghasilkan pendapatan jika digunakan secara tepat,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang mendapat respons positif dari peserta. 

Mereka tampak antusias menggali informasi mengenai perkembangan AI yang kini semakin banyak digunakan dalam dunia kerja, pendidikan, bisnis, hingga industri kreatif.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini