Aceh Besar Hidupkan Tradisi Bubur Asyura dan Toet Apam, Bupati Dorong Jadi Wisata Religi

Editor: Syarkawi author photo

 


KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus berupaya melestarikan tradisi keagamaan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Aceh. 

Salah satunya melalui peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah yang diisi dengan tradisi memasak Bubur Asyura dan Toet Apam di halaman Dekranasda Aceh Besar, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga diarahkan sebagai bagian dari pengembangan wisata religi di Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, mengatakan peringatan Hari Asyura memiliki makna yang sangat istimewa dalam ajaran Islam. 

Selain dianjurkan untuk berpuasa, 10 Muharram juga menjadi momentum untuk memperbanyak sedekah, berbagi dengan sesama, dan menyantuni anak yatim.

“Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul untuk memperingati 10 Muharram. Tradisi memasak Bubur Asyura dan Toet Apam ini ingin terus kita hidupkan karena merupakan bagian dari budaya Islam yang dapat kita angkat menjadi salah satu daya tarik wisata religi Aceh Besar,” ujar Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram.

Menurutnya, tradisi tersebut mulai kurang dikenal oleh sebagian generasi muda. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dilaksanakan agar nilai-nilai keislaman dan budaya yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kalau tidak terus kita laksanakan dan perkenalkan, lama-kelamaan anak cucu kita tidak lagi mengenal momen penting seperti 10 Muharram dan tradisi yang menyertainya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 34 tim mengikuti lomba memasak Bubur Asyura dan Toet Apam. 

Para peserta berasal dari berbagai kecamatan, kelompok pengajian, organisasi kemasyarakatan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Selain menjadi ajang perlombaan, hasil masakan para peserta juga dibagikan kepada masyarakat yang hadir. 

Bahkan, sebagian peserta membawa pulang Bubur Asyura untuk dibagikan kembali kepada warga di gampong masing-masing sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi.

“Setelah dinilai oleh dewan juri, Bubur Asyura ini dibagikan kepada masyarakat. Ada juga peserta yang membawanya pulang untuk dibagikan kembali di kampung mereka,” jelas Bupati.

Muharram menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen menjadikan peringatan 10 Muharram sebagai agenda tahunan yang lebih meriah dan berdampak luas bagi masyarakat.

Selain itu, berbagai tradisi keagamaan lainnya seperti pawai takbiran, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, hingga wisata ziarah ke makam ulama akan terus dikembangkan sebagai bagian dari promosi wisata religi dan budaya daerah.

“Kita juga akan mengembangkan situs-situs sejarah seperti Bukit Lamreh, Lamuri, serta berbagai lokasi peninggalan ulama untuk dijadikan destinasi wisata ziarah. Ini merupakan bagian dari upaya mengangkat potensi sejarah, budaya, dan religi yang dimiliki Aceh Besar,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Aceh Besar tidak hanya menjaga tradisi warisan leluhur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan spiritualitas kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua MPU Aceh Besar, para staf ahli, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini