ACEH TENGGARA – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditunjukkan masyarakat Desa Lawe Sikao I, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara.
Bersama Babinsa Koramil 0108-04/Babussalam Kodim 0108/Aceh Tenggara, warga bergotong royong melaksanakan pengecoran pondasi jembatan beton yang akan menjadi akses penting bagi masyarakat setempat, Rabu (24/6/2026).
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus menjadi sarana penghubung antarwilayah yang mendukung berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta akses menuju lahan pertanian dan perkebunan warga.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 0108-04/Babussalam, Koptu Suharto, turut terjun langsung membantu warga.
Mulai dari mengangkat material bangunan, mencampur adonan semen, hingga mengawasi proses pengecoran agar berjalan lancar dan sesuai rencana.
Koptu Suharto mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Sebagai aparat kewilayahan, kami selalu berupaya hadir di tengah masyarakat dan membantu setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui gotong royong seperti ini, pekerjaan menjadi lebih ringan, penyelesaiannya lebih cepat, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang memadai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan akses transportasi yang lebih baik, aktivitas ekonomi warga dapat berjalan lebih lancar dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya gotong royong sebagai warisan luhur bangsa yang memiliki nilai sosial tinggi.
“Kami berharap semangat gotong royong yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat dapat terus dipertahankan. Dengan kekompakan dan rasa saling peduli, berbagai pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan dan hasilnya dapat dinikmati bersama,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai kalangan secara sukarela ikut membantu proses pembangunan, mulai dari mengangkut pasir dan batu, menyiapkan material, mengaduk campuran semen, hingga melakukan pengecoran secara bergantian.
Suasana penuh kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan. Semangat kerja sama yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti kuatnya kepedulian sosial dalam mewujudkan fasilitas umum yang aman, kokoh, dan bermanfaat bagi kepentingan bersama.
Keberadaan jembatan beton tersebut nantinya diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Lawe Sikao I dan wilayah sekitarnya.
Selain memperlancar arus transportasi, jembatan itu juga akan memudahkan warga mengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat.
Salah seorang warga, Imam (60), mengaku bersyukur dan mengapresiasi keterlibatan Babinsa yang selalu hadir membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan desa.
“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa yang tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga ikut bekerja bersama masyarakat di lapangan. Kehadiran TNI membuat kami semakin semangat bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan ini,” katanya.
Menurut Imam, jembatan tersebut sangat dibutuhkan karena menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Melalui kegiatan gotong royong ini, kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat nyata dalam mendukung pembangunan daerah.
Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, pembangunan di Kabupaten Aceh Tenggara diyakini dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.[]
