Buka MTQ ke-8 Baitussalam, Farhan AP Harap Lahirkan Qari dan Qariah Terbaik Aceh Besar

Editor: Syarkawi author photo

 

Asisten I Sekda Aceh Besar Farhan AP menabuh beduk sebagai tanda dimulainya MTQ ke-8 Tingkat Kecamatan Baitussalam di Gampong Lam Ujong, Selasa (23/6/2026) malam. FOTO/MC ACEH BESAR

KOTA JANTHO – Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Farhan AP, berharap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan dapat menjadi ajang pembinaan dan penjaringan qari serta qariah terbaik yang nantinya mewakili Aceh Besar pada MTQ tingkat kabupaten maupun provinsi.

Hal tersebut disampaikan Farhan AP saat membuka MTQ ke-8 Tingkat Kecamatan Baitussalam yang dipusatkan di Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (23/6/2026) malam.

“MTQ tingkat kecamatan merupakan wadah untuk menyeleksi qari dan qariah terbaik. Kita berharap kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini mampu melahirkan generasi Qurani yang dapat mengharumkan nama Aceh Besar di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ujar Farhan.

MTQ ke-8 Kecamatan Baitussalam diikuti oleh 138 peserta dari berbagai gampong. Berbagai cabang perlombaan dipertandingkan, mulai dari tartil putra dan putri, tilawah anak-anak, remaja dan dewasa, qiraah sab’ah murattal dan mujawwad, tahfiz 1 juz, 5 juz, 10 juz dan 20 juz, syarhil Quran, fahmil Quran, hingga cabang kontemporer.

Menurut Farhan, prestasi Aceh Besar yang berhasil meraih juara umum pada MTQ tingkat Provinsi Aceh sebelumnya harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan peserta sejak tingkat kecamatan.

“Kita ingin prestasi yang telah diraih Aceh Besar dapat terus dipertahankan. Karena itu, MTQ tingkat kecamatan harus menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam mempersiapkan peserta terbaik menghadapi MTQ tingkat kabupaten yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya pembinaan qari dan qariah, Farhan juga mengingatkan peran orang tua dalam mendampingi anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap Alquran sejak usia dini agar generasi muda tidak terpengaruh dampak negatif penggunaan teknologi secara berlebihan.

“Di era digital saat ini, orang tua memiliki tantangan tersendiri untuk mengarahkan anak agar mencintai dan mendalami ilmu-ilmu Alquran. Jangan sampai penggunaan gawai yang berlebihan membuat anak lalai dan menjauh dari nilai-nilai Qurani,” ungkapnya.

Farhan berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Camat Baitussalam, Ridhwan, S.E., Ak., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya MTQ tingkat kecamatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan insan-insan Qurani. Kepada seluruh peserta, tampilkan kemampuan terbaik. Menang atau kalah adalah hal yang biasa, namun yang terpenting adalah proses belajar dan upaya kita bersama dalam membumikan Alquran di Kecamatan Baitussalam,” ujarnya.

Pembukaan MTQ ke-8 Tingkat Kecamatan Baitussalam turut dihadiri anggota DPRA, anggota DPRK Aceh Besar, Staf Ahli Bupati Aceh Besar, unsur Forkopimcam Baitussalam, para imuem mukim, keuchik, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini