Eks Wasit Internasional Mesir Sebut Messi Paling Diuntungkan Wasit, Picu Perdebatan di Piala Dunia 2026

Editor: Syarkawi author photo

 

Lionel Messi (tengah) merayakan gol dengan rekan satu timnya dalam pertandingan sepak bola Grup J Piala Dunia 2026 Argentina vs Austria di Stadion Dallas di Arlington pada 22 Juni 2026. (Foto: Paul Ellis / AFP - Ilustrasi)

Meuligoeaceh.com - Mantan wasit internasional asal Mesir, Ibrahim Nuruddin, memicu perdebatan di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 setelah melontarkan kritik tajam terhadap kapten Timnas Argentina, Lionel Messi. 

Dalam sebuah wawancara radio, Nuruddin bahkan menyebut Messi sebagai salah satu pemain yang paling banyak mendapatkan keuntungan dari keputusan wasit sepanjang sejarah sepak bola.

Pernyataan tersebut disampaikan Nuruddin saat menjadi narasumber dalam program Suara Piala Dunia yang disiarkan stasiun radio olahraga Mesir, On Sport FM.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya independensi dan objektivitas wasit dalam mengambil keputusan di lapangan, tanpa dipengaruhi oleh status maupun popularitas seorang pemain.

“Wasit harus menerapkan aturan yang sama kepada semua pemain tanpa memandang nama besar mereka,” tegas Nuruddin.

Menurutnya, seorang wasit yang mempertimbangkan ketenaran pemain dalam membuat keputusan berisiko mengabaikan prinsip keadilan dan kehilangan objektivitas saat memimpin pertandingan.

Nuruddin mengungkapkan bahwa dalam salah satu sesi pelatihan wasit internasional yang dipandu mantan wasit Inggris, Mark Clattenburg, para peserta sempat menganalisis sejumlah insiden yang melibatkan Lionel Messi dalam berbagai turnamen besar.

Dari hasil pembahasan tersebut, kata dia, terdapat beberapa momen yang dinilai layak mendapat sanksi lebih berat berdasarkan interpretasi aturan permainan.

“Kami menemukan bahwa Messi dalam sejumlah pertandingan Piala Dunia melakukan pelanggaran yang dalam situasi tertentu bisa berujung kartu merah,” ujarnya.

Pernyataan yang paling menyita perhatian muncul ketika Nuruddin menyinggung pertandingan Argentina melawan Aljazair pada Piala Dunia 2026. Ia berpendapat Messi seharusnya mendapat kartu merah dalam laga tersebut.

Menurutnya, apabila keputusan itu diambil, maka perjalanan Argentina di turnamen bisa saja berlangsung berbeda karena Messi akan absen pada pertandingan berikutnya.

“Messi seharusnya diusir saat melawan Aljazair. Jika itu terjadi, sejarah turnamen mungkin akan berbeda,” katanya.

Sebagai perbandingan, Nuruddin mengingatkan publik pada final Piala Dunia 2006 ketika legenda Prancis, Zinedine Zidane, menerima kartu merah setelah insiden terkenal melawan Italia.

Menurutnya, meskipun Zidane saat itu merupakan salah satu pemain paling populer di dunia, wasit tetap mengambil keputusan tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Popularitas Zidane tidak kalah dari Messi, tetapi wasit tetap mengeluarkan kartu merah kepadanya. Itulah bentuk penerapan hukum yang sama bagi semua pemain,” ujarnya.

Pernyataan Nuruddin langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola dunia. 

Sebagian menilai komentarnya sebagai kritik yang sah terhadap konsistensi kepemimpinan wasit, sementara sebagian lainnya menganggap pernyataan tersebut berlebihan dan tidak mencerminkan keseluruhan karier Messi yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, komentar mantan pengadil lapangan asal Mesir tersebut kembali membuka diskusi mengenai sejauh mana status pemain bintang dapat memengaruhi keputusan wasit dalam pertandingan-pertandingan penting sepak bola dunia.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Lionel Messi maupun Federasi Sepak Bola Argentina terkait pernyataan tersebut.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini