BANDA ACEH – Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Banda Aceh Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, di Stadion Mini Lambhuk, Rabu (24/6/2026).
Kompetisi sepak bola pelajar yang menjadi agenda tahunan Kementerian Pendidikan tersebut diikuti siswa-siswa terbaik dari delapan kecamatan di Kota Banda Aceh.
Turnamen berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Juni 2026, sebagai wadah pengembangan bakat, kemampuan, dan sportivitas para pelajar di bidang olahraga.
Pembukaan GSI 2026 berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, kepala bidang, kepala sekolah SMP, guru pendamping, orang tua siswa, serta masyarakat yang memberikan dukungan kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Sulaiman Bakri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Gala Siswa Indonesia bukan sekadar ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.
“Melalui ajang ini, para siswa tidak hanya belajar teknik dan strategi bermain sepak bola, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja sama tim, tanggung jawab, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan,” ujarnya.
Ia berharap GSI dapat menjadi wadah lahirnya bibit-bibit atlet sepak bola berbakat yang mampu mengharumkan nama Kota Banda Aceh di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Menurutnya, pembinaan olahraga harus dilakukan sejak usia dini agar potensi yang dimiliki para pelajar dapat berkembang secara optimal.
Karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memberikan ruang bagi siswa untuk berkompetisi secara sehat dan positif.
“Prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan. Kami berharap dari ajang ini akan lahir pemain-pemain muda yang kelak menjadi kebanggaan Banda Aceh,” tambahnya.
Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan pertama (kick-off) oleh Sulaiman Bakri sebagai simbol dimulainya Gala Siswa Indonesia 2026.
Sorak sorai peserta dan penonton mengiringi momen tersebut yang menandai dimulainya persaingan antarkecamatan untuk memperebutkan gelar juara.
Selama empat hari pelaksanaan, Stadion Mini Lambhuk menjadi arena perjuangan para pesepak bola muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Setiap tim bertekad meraih hasil maksimal dan membawa nama kecamatan masing-masing menjadi yang terbaik di Kota Banda Aceh.
Selain menjadi ajang kompetisi, GSI juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarpelajar dari berbagai sekolah dan kecamatan.
Semangat persaudaraan, kebersamaan, dan fair play menjadi nilai utama yang terus ditekankan selama turnamen berlangsung.
Dengan dukungan seluruh pihak, Gala Siswa Indonesia tingkat SMP Kota Banda Aceh Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, disiplin, dan jiwa kepemimpinan yang baik.[]
