KOTA JANTHO – Ketua Pokja I Bunda PAUD Aceh Besar, Hj Nurul Fazli, S.Ag., menegaskan bahwa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun yang menjadi kebijakan nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Guru PAUD Kabupaten Aceh Besar Wilayah V yang berlangsung di Gedung UDKP Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Senin (15/6/2026).
Pelatihan yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar itu diikuti para guru PAUD dari Kecamatan Darussalam, Kuta Baro, Krueng Barona Jaya, Mesjid Raya, dan Baitussalam.
Dalam arahannya, Nurul Fazli menjelaskan bahwa kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menempatkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai fondasi awal sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar dan menengah.
“Artinya, pintu gerbang kesuksesan program Wajib Belajar 13 Tahun berada di tangan para guru PAUD. Jika fondasi awal pendidikan anak dibangun dengan baik, maka perjalanan pendidikan mereka ke jenjang berikutnya akan lebih mudah dan berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, Pokja Bunda PAUD Aceh Besar berkomitmen mengawal implementasi program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke tingkat gampong.
Ia menilai keberhasilan Wajib Belajar 13 Tahun sangat bergantung pada dua aspek utama, yakni aksesibilitas dan kualitas pendidikan. Aksesibilitas berkaitan dengan upaya memastikan seluruh anak usia dini mendapatkan layanan PAUD, sementara kualitas menyangkut penyelenggaraan pembelajaran yang bermutu, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Karena itu, pelatihan guru PAUD dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan ramah anak.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru dapat memperkuat transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Pembelajaran di PAUD harus dilakukan melalui metode bermain yang bermakna, bukan berorientasi pada penguasaan baca, tulis, dan hitung secara berlebihan, melainkan pada pembentukan kemampuan dasar dan kematangan emosional anak,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, Nurul Fazli juga mendorong para guru PAUD untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan menyosialisasikan pentingnya pendidikan usia dini kepada para orang tua.
“Saya berharap para guru dapat berkolaborasi dengan Pokja PAUD tingkat kecamatan dan gampong untuk menyosialisasikan program Wajib Belajar 13 Tahun kepada masyarakat. Kita harus memastikan tidak ada anak usia dini di Aceh Besar yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan PAUD pada masa emas pertumbuhannya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Nurul Fazli turut menyampaikan apresiasi kepada para guru PAUD yang selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh kesabaran, kreativitas, dan keikhlasan dalam mendidik anak-anak.
“Pokja Bunda PAUD Aceh Besar akan terus menjadi mitra para guru dengan memperjuangkan berbagai aspirasi serta memperkuat sinergi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan guna meningkatkan mutu layanan dan kesejahteraan tenaga pendidik PAUD di Aceh Besar,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Aceh Besar, Fahrurrazi, S.E., mengapresiasi Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD Aceh Besar yang telah menginisiasi pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD.
“Program pelatihan ini merupakan usulan dari Bunda PAUD dan Ketua Pokja PAUD. Tentu ini patut diapresiasi karena menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik PAUD,” ungkap Fahrurrazi.
Ia berharap para guru PAUD terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik dari aspek pembelajaran maupun pembentukan karakter, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, mandiri, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Kami berharap para pendidik PAUD terus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran dan pembentukan karakter anak agar dapat melahirkan generasi yang unggul, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.[]
