TOBELO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan sektor peternakan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan kandang bebek di area lahan luar lapas sebagai sarana pelatihan keterampilan kerja sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (1/6/2026) di area peternakan luar Lapas Kelas IIB Tobelo.
Sebelum memulai pekerjaan, para warga binaan bersama petugas mengikuti apel di Pos Karupam.
Kegiatan ini dipantau langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.
Program pembinaan kemandirian ini merupakan bagian dari upaya Lapas Tobelo dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Sebanyak delapan warga binaan dilibatkan secara aktif dalam pembangunan kandang yang nantinya akan digunakan untuk program budidaya bebek.
Pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan material, memasang tiang penyangga, hingga merakit rangka kandang. Seluruh proses dikerjakan secara gotong royong dengan pendampingan petugas lapas.
Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan tersebut juga bertujuan menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan ketelitian kepada para warga binaan.
Keterlibatan langsung dalam proses pembangunan diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan mereka untuk kembali berperan produktif di masyarakat.
Pengawasan kegiatan dilakukan oleh Kasi Binadik bersama Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan dan target yang telah ditetapkan.
Pembangunan kandang bebek ini diproyeksikan menjadi sarana pembelajaran praktis bagi warga binaan di bidang peternakan.
Melalui program tersebut, mereka diharapkan memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk bekerja atau berwirausaha setelah bebas nanti.
Selain mendukung pembinaan kemandirian, program peternakan bebek juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas.
Warga binaan diajak memahami pengelolaan usaha peternakan, mulai dari perawatan ternak hingga pengembangan usaha sederhana yang bernilai ekonomis.
Pihak Lapas Kelas IIB Tobelo berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan sehingga mereka memiliki keterampilan dan kesiapan yang lebih baik untuk menjalani kehidupan mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Semangat gotong royong yang ditunjukkan para warga binaan menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan hukum, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan peningkatan produktivitas individu.
Ke depan, Lapas Tobelo akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemberdayaan warga binaan, termasuk pengembangan peternakan bebek sebagai salah satu program unggulan yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan.[]
