PT Aceh Global Steel dan PEMA Bangun Pabrik Baja Ringan di KIA Ladong, Dorong Industri dan Serap Tenaga Kerja

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDA ACEH – PT Aceh Global Steel, anak perusahaan PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group, resmi menjalin kerja sama dengan PT Pembangunan Aceh (PEMA) untuk membangun pabrik baja ringan di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara kedua perusahaan sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor industri manufaktur di Aceh sekaligus menjawab tingginya kebutuhan material konstruksi di daerah.

Direktur Utama PT Aceh Global Steel, Irwansyah Putra, mengatakan pembangunan pabrik tersebut merupakan respons terhadap meningkatnya permintaan baja ringan, terutama untuk mendukung berbagai proyek pembangunan dan rehabilitasi pascabencana di Aceh.

Menurutnya, kebutuhan material konstruksi saat ini terus meningkat, baik untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara), Hunian Tetap (Huntap), maupun proyek perumahan komersial dan residensial lainnya.

“Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan material konstruksi secara berkelanjutan sekaligus memberikan harga yang lebih kompetitif bagi masyarakat Aceh,” ujar Irwansyah.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Faisal Ilyas, menyebutkan bahwa tingginya kebutuhan baja ringan menjadi salah satu alasan pentingnya menghadirkan industri manufaktur tersebut di Aceh.

“Kebutuhan pembangunan Huntara dan Huntap pascabencana banjir yang terjadi akhir tahun lalu cukup besar. Selain itu, permintaan untuk sektor konstruksi dan perumahan juga terus meningkat,” katanya.

Dengan beroperasinya pabrik di KIA Ladong, distribusi material konstruksi di Aceh diharapkan menjadi lebih efisien karena tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah. 

Kondisi tersebut diyakini dapat menekan biaya distribusi dan membuat harga produk lebih terjangkau bagi masyarakat.

Selain mendukung ketersediaan bahan bangunan, investasi yang dilakukan ISG Group juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. 

Kehadiran industri baru tersebut diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat serta mendorong tumbuhnya sektor usaha pendukung lainnya.

Irwansyah menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi Aceh melalui penciptaan peluang kerja dan peningkatan aktivitas industri.

“Kami ingin menjadi bagian dari pembangunan Aceh. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor industri manufaktur. Insya Allah, pabrik ini ditargetkan mulai berdiri pada akhir 2026,” ujarnya.

PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang material bangunan, khususnya produk baja ringan. 

Perusahaan tersebut dikenal sebagai penyedia material konstruksi yang fokus menghadirkan produk berkualitas untuk mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia.

Pembangunan pabrik baja ringan di KIA Ladong diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan kawasan industri Aceh sekaligus memperkuat daya saing daerah di sektor manufaktur dan konstruksi.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini