BANDA ACEH – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menyambut undangan SPS Riau untuk menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 SPS yang akan digelar di Stanum Park, Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada 8 Juni 2026.
Menindaklanjuti undangan tersebut, SPS Aceh telah membentuk panitia keberangkatan sekaligus menetapkan peserta yang akan mewakili Aceh dalam kegiatan tersebut.
Delegasi yang disiapkan terdiri atas unsur panitia dan peserta yang sebelumnya terlibat dalam pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT SPS Tahun 2025 di Aceh.
Pelaksana Tugas Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, mengatakan keikutsertaan SPS Aceh dalam peringatan HUT ke-80 SPS merupakan bentuk komitmen untuk terus memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan konsolidasi perusahaan pers di Indonesia.
“SPS lahir pada 8 Juni 1946. Tahun ini usianya genap 80 tahun. Sementara acara puncak peringatan HUT ke-80 SPS direncanakan berlangsung di Kalimantan Timur pada Oktober mendatang,” ujar Muktarrudin.
Menurutnya, usia delapan dekade menjadi bukti eksistensi SPS sebagai organisasi perusahaan pers tertua di Indonesia yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, mulai dari era media cetak hingga transformasi digital yang kini berlangsung sangat cepat.
Berdasarkan surat undangan Nomor 27/SPS-RIAU/V/2026 tertanggal 15 Mei 2026, SPS Riau akan menggelar syukuran HUT ke-80 SPS yang dirangkaikan dengan dialog publik bertema “Peran Media dalam Pembangunan Daerah”.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Stanum Park, Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Muktarrudin berharap momentum peringatan HUT ke-80 SPS di Riau dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antardaerah, memperkuat jejaring perusahaan pers, serta meningkatkan kontribusi media dalam mendukung pembangunan dan menjaga kualitas informasi publik.
“Industri media saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan teknologi, pola konsumsi informasi masyarakat, hingga persaingan di era digital. Karena itu, forum-forum seperti ini penting untuk memperkuat sinergi dan mencari solusi bersama,” katanya.
Delapan Dekade Mengawal Industri Pers
SPS lahir pada 8 Juni 1946, hanya beberapa bulan setelah Indonesia merdeka. Selama delapan dekade, organisasi ini menjadi wadah bagi perusahaan pers nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan pers, profesionalisme pengelolaan media, serta keberlanjutan industri pers di Tanah Air.
Dari era surat kabar cetak hingga era digital saat ini, SPS terus beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
Di Aceh, SPS juga menunjukkan kiprahnya melalui berbagai program penguatan perusahaan pers. Salah satu pencapaian penting adalah suksesnya penyelenggaraan Rakernas dan HUT SPS Tahun 2025 di Aceh yang mempertemukan pelaku industri media dari berbagai provinsi di Indonesia.
Keikutsertaan SPS Aceh dalam peringatan HUT ke-80 SPS di Riau diharapkan semakin memperkuat posisi dan kontribusi perusahaan pers daerah dalam mendukung kemajuan industri media nasional yang profesional, independen, dan berkelanjutan.[]
