![]() |
| Argentina mencetak gol ke gawang Vozinha pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. FOTO: Reuters/ Marco Bello |
MIAMI – Timnas Argentina harus berjuang hingga babak perpanjangan waktu untuk menyingkirkan kejutan terbesar Piala Dunia 2026, Tanjung Verde, pada babak 32 besar.
Juara bertahan itu akhirnya menang dramatis 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Miami Stadium, Sabtu (4/7/2026) pagi WIB.
Sebelum turnamen dimulai, Tanjung Verde nyaris tak diperhitungkan. Berstatus sebagai negara kecil dengan peringkat FIFA jauh di bawah para pesaingnya, The Blue Sharks diprediksi hanya menjadi pelengkap.
Namun, skuad asuhan Pedro Brito berhasil membungkam keraguan dengan penampilan impresif sepanjang turnamen.
Bahkan, Argentina yang diperkuat sederet pemain bintang dipaksa mengerahkan seluruh kemampuan sebelum memastikan tiket ke babak 16 besar.
Sejak awal pertandingan, Argentina kesulitan membongkar pertahanan disiplin Tanjung Verde. Lionel Messi sempat membawa Albiceleste unggul pada babak pertama, tetapi keunggulan itu tak bertahan lama.
Memasuki babak kedua, Deroy Duarte mencetak gol penyama kedudukan dan memaksa skor menjadi 1-1 hingga waktu normal berakhir.
Hasil tersebut memperpanjang catatan impresif Tanjung Verde yang belum pernah kalah dalam waktu normal sepanjang Piala Dunia 2026.
Pada babak tambahan waktu, Argentina kembali unggul melalui gol Lisandro MartÃnez. Namun, Tanjung Verde sekali lagi menunjukkan mental pantang menyerah.
Sidny Lopes mencetak gol indah lewat sepakan melengkung yang membuat skor kembali imbang 2-2.
Harapan Tanjung Verde untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia akhirnya pupus setelah gol bunuh diri Diney pada penghujung babak tambahan memastikan kemenangan Argentina 3-2.
Meski kalah, penampilan Tanjung Verde mendapat apresiasi luas. Tim besutan Pedro Brito mampu memberikan perlawanan sengit dan membuat Argentina harus bekerja keras selama 120 menit untuk mengamankan kemenangan.
Performa Tanjung Verde sepanjang turnamen memang layak mendapat pujian. Mereka lolos dari Grup H tanpa menelan satu pun kekalahan meski berada satu grup dengan tim-tim kuat seperti Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.
The Blue Sharks mengawali kiprah dengan menahan imbang Spanyol 0-0, kemudian bermain 2-2 melawan Uruguay, sebelum memastikan tiket ke fase gugur usai bermain imbang tanpa gol menghadapi Arab Saudi.
Catatan tersebut menjadikan Argentina sebagai tim pertama yang mampu mengalahkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026, itupun setelah melalui duel selama 120 menit.
Pelatih Pedro Brito mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu menunjukkan karakter dan identitas permainan Tanjung Verde di panggung sepak bola dunia.
"Kami menjunjung tinggi martabat negara kami. Kami bermain imbang dua kali melawan juara dunia dan membawa pertandingan hingga babak perpanjangan waktu," ujar Brito.
Ia menegaskan bahwa hasil tersebut menjadi bukti kerja keras para pemain yang tetap berani memainkan gaya permainan mereka meski menghadapi salah satu favorit juara.
"Lebih dari segalanya, kami bangga kepada para pemain. Mereka menunjukkan identitas sepak bola Tanjung Verde," tambahnya.
Meski langkah mereka terhenti di babak 32 besar, Tanjung Verde meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak.
Penampilan mereka menjadi salah satu kisah paling inspiratif di turnamen ini, membuktikan bahwa semangat juang, organisasi permainan yang solid, dan mental pantang menyerah mampu membuat juara bertahan sekalipun berkeringat hingga detik terakhir.[]
