KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus mematangkan persiapan pelaksanaan Lomba Anak Nasional Tahun 2026 sebagai wadah pengembangan kreativitas, pembentukan karakter, serta pelestarian budaya bagi anak-anak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Bunda PAUD Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB, PP dan PA) Aceh Besar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kecamatan Ingin Jaya, Jumat (17/7/2026).
Rapat turut dihadiri Wakil Bunda PAUD Aceh Besar Hj. Nurul Fazli, S.Ag., Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Aceh Besar Abdurrahman, S.E., Sekretaris TP PKK Aceh Besar, perwakilan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Aceh Besar, serta unsur DPPKB, PP dan PA dan Dinas Pendidikan Aceh Besar.
Dalam arahannya, Hj. Rita Mayasari menegaskan bahwa Lomba Anak Nasional bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk menumbuhkan kreativitas, membangun karakter, serta meningkatkan rasa percaya diri anak sejak usia dini.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi demi menyukseskan kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini menjadi momentum untuk memberikan ruang bagi anak-anak menampilkan potensi terbaiknya. Saya berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dan mempersiapkan kegiatan ini secara maksimal sehingga Lomba Anak Nasional di Aceh Besar dapat berjalan lancar, meriah, serta menjadi sarana pembinaan karakter dan pelestarian budaya sejak dini," ujar Rita Mayasari.
Sementara itu, Kepala DPPKB, PP dan PA Aceh Besar, Drs. Fadhlan, menjelaskan rapat koordinasi difokuskan pada pemantapan berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026, di halaman Gedung Dekranasda Aceh Besar.
Ia mengatakan, lomba akan mempertandingkan berbagai cabang, di antaranya lomba mewarnai untuk tingkat TK dan PAUD, lomba baca puisi berbahasa Aceh bagi siswa SD kelas 1–3 dan SMP, lomba hadang galah antarperwakilan wilayah, serta pagelaran seni dan budaya yang menampilkan pertunjukan meucagok, jingle Forum Anak Aceh Besar, dan teater.
Menurut Fadhlan, kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri atas 195 peserta lomba, 50 peserta pentas seni, serta 105 pendamping dan panitia.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus melestarikan budaya daerah," ujarnya.
Melalui Lomba Anak Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap lahir generasi muda yang kreatif, percaya diri, berkarakter, serta mencintai nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.[]
