KOTA JANTHO – Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Besar melakukan verifikasi lapangan terhadap kesiapan Kecamatan Kuta Baro sebagai calon tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Aceh Besar, Selasa (14/7/2026).
Verifikasi dipimpin langsung oleh Kepala DSI Aceh Besar, Rusdi, S.Sos., M.Si., bersama tim untuk memastikan kesiapan berbagai aspek teknis maupun nonteknis demi mendukung penyelenggaraan MTQ yang berkualitas, tertib, dan sukses.
Dalam kegiatan tersebut, tim meninjau sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi arena utama maupun arena cabang perlombaan.
Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap kesiapan sarana dan prasarana pendukung, akses menuju lokasi, area parkir, fasilitas akomodasi bagi kafilah, hingga kesiapan panitia tingkat kecamatan.
Rusdi mengatakan, proses verifikasi merupakan tahapan penting sebelum penetapan tuan rumah MTQ tingkat kabupaten.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi secara optimal sehingga memberikan kenyamanan bagi peserta, dewan hakim, tamu undangan, maupun masyarakat.
"Verifikasi ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kecamatan yang ditetapkan sebagai tuan rumah benar-benar siap. Kami ingin MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Besar berlangsung dengan baik, tertib, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta," ujar Rusdi.
Menurutnya, penilaian tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik lokasi, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya manusia, koordinasi lintas sektor, dukungan pemerintah kecamatan, serta partisipasi masyarakat.
"Kami melihat Kuta Baro memiliki potensi yang sangat baik untuk menjadi tuan rumah. Selain akses yang mudah dijangkau, wilayah ini didukung fasilitas yang memadai serta antusiasme pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam mendukung syiar Islam melalui penyelenggaraan MTQ," katanya.
Meski demikian, Rusdi menyebut masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan. Hasil verifikasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menetapkan lokasi penyelenggaraan MTQ.
Ia berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an.
"MTQ bukan sekadar kompetisi. Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat masyarakat untuk mencintai, mempelajari, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Sementara itu, Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi, S.E., M.M., menyatakan kesiapan pihaknya apabila dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Besar.
Menurutnya, berbagai fasilitas pendukung akan dipersiapkan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, unsur Forkopimcam, pemerintah gampong, dan masyarakat.
Ia menjelaskan, tim verifikasi juga memberikan sejumlah masukan teknis, seperti penyempurnaan tata letak arena, pengaturan arus lalu lintas, kesiapan layanan kesehatan, kebersihan lingkungan, serta penguatan sistem keamanan dan kenyamanan peserta.
"Ada beberapa catatan yang menjadi masukan dari tim verifikasi. Insya Allah, seluruhnya akan segera kami tindak lanjuti. Kami siap menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Besar tahun ini," ujarnya optimistis.
Verifikasi tersebut merupakan bagian dari upaya DSI Aceh Besar untuk memastikan penyelenggaraan MTQ berlangsung secara profesional, berkualitas, dan memberikan dampak positif dalam pembinaan syiar Islam.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Besar diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah terbaik sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.[]
