International Summer Course 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia–Malaysia, Bahas Praktik Pertambangan Berkelanjutan di Aceh

Editor: Syarkawi author photo

 


Banda Aceh – Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Mineral Technology Department, Universiti Malaysia Kelantan (UMK) menggelar International Summer Course 2026 bertema "Comparing Artisanal and Industrial Mining Practices in Aceh, Indonesia from Every Stakeholder Perspectives" pada 6–20 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Banda Aceh, Lhoknga, Meulaboh, dan Nagan Raya ini menjadi wadah pembelajaran lintas negara untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai praktik pertambangan berkelanjutan dari berbagai perspektif, mulai dari aspek teknis, sosial, lingkungan, hingga kebijakan.

Sebanyak 29 peserta mengikuti program ini, terdiri atas 10 mahasiswa USK, 10 mahasiswa UMK, tujuh dosen USK, dan dua dosen UMK.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi daring pada 6–10 Juli 2026 yang menghadirkan kuliah dan diskusi mengenai tata kelola pertambangan, teknologi mineral, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta kebijakan pengelolaan sumber daya mineral.

Selanjutnya, pada sesi luring yang berlangsung 13–19 Juli 2026, peserta mengikuti kuliah interaktif, diskusi kelompok, penyusunan proyek kolaboratif, pelatihan komunikasi publik, community engagement, pertukaran budaya (cultural exchange), hingga kunjungan ke sejumlah lokasi bersejarah di Aceh.

Salah satu agenda utama dalam program ini adalah kunjungan lapangan ke PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari (BEL). Di kedua perusahaan tersebut, peserta mempelajari secara langsung praktik pertambangan industri, mulai dari penerapan teknologi, sistem keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, hingga implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pengalaman tersebut diperkaya melalui diskusi mengenai praktik pertambangan rakyat sehingga peserta dapat membandingkan karakteristik, tantangan, dan peluang kedua model pertambangan dari perspektif pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, hingga organisasi profesi.

Pembukaan resmi International Summer Course 2026 dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di Ruang VIP AAC Universitas Syiah Kuala. Kegiatan dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik USK, Dr. Ir. Bambang Setiawan, dan dibuka oleh perwakilan Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran USK, Dr. Gholib.

Dalam sambutannya, Dr. Gholib menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas jejaring akademik dalam menghadapi tantangan global di sektor pertambangan.

Ketua Program Studi Teknik Pertambangan USK, Ir. Haqul Baramsyah, S.T., M.Eng.Sc., mengatakan program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai aspek teknis pertambangan, tetapi juga memahami keterkaitan antara pengelolaan sumber daya alam, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

"International Summer Course 2026 kami rancang sebagai ruang belajar yang menghadirkan pengalaman nyata. Peserta tidak hanya mempelajari teknologi pertambangan di ruang kelas, tetapi juga berdialog dengan industri, pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat. Kami ingin membangun cara pandang bahwa pengelolaan sumber daya mineral harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan aspek teknis, sosial, lingkungan, dan ekonomi. Melalui kolaborasi internasional ini, kami berharap lahir lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Menurut Haqul, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan berbagai perspektif, di mana mahasiswa Indonesia dan Malaysia dapat saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun pemahaman bahwa praktik pertambangan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Program ini merupakan hasil sinergi EQUITY USK (LPDP) bersama Universitas Syiah Kuala, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, Inspektur Tambang, PT Mifa Bersaudara, PT Bara Energi Lestari, Komisi Informasi Aceh, serta SMK Negeri 1 Nagan Raya.

Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan mendorong praktik pertambangan yang inovatif, inklusif, serta bertanggung jawab.

Penyelenggaraan International Summer Course 2026 juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kapasitas dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri, serta Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif bagi peserta dari berbagai negara dan latar belakang.

Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik dan pengalaman lapangan, tetapi juga membangun jejaring internasional serta memperkuat kesadaran bahwa masa depan sektor pertambangan ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini