Meureudu – Kapolres Pidie Jaya melalui jajaran Polres Pidie Jaya melakukan pengamanan dan pendampingan kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Komjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H., M.B.A., dalam rangka percepatan pemulihan sektor perikanan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Bale Ara, Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng tersebut diisi dengan peninjauan rekonstruksi tambak masyarakat, penebaran 130.000 benih udang vaname, serta penyerahan bantuan pakan bagi petambak yang terdampak bencana.
Turut hadir dalam kegiatan itu Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ir. H. Teuku Abdul Khalid, M.M., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh Safrizal, S.STP., M.Ec.Dev., Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., M.Ph. yang mewakili Bupati Pidie Jaya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya Fajri, S.Pi., perwakilan Bappeda Kabupaten Pidie Jaya, Kasat Intelkam Polres Pidie Jaya AKP Rusdiono, S.Sos., M.Si., jajaran KKP, penyuluh perikanan, insan pers, serta masyarakat Gampong Deah Pangwa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan Sekjen KKP, dilanjutkan penebaran sebanyak 130.000 benih udang vaname yang dikemas dalam 130 boks, masing-masing berisi 1.000 benur, di tambak milik T. Fazil.
Setelah itu, Sekjen KKP secara simbolis menyerahkan bantuan 36 karung pakan udang merek Ecogreen dengan berat 25 kilogram per karung sebagai dukungan awal bagi petambak yang terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Komjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan rekonstruksi tambak yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Ia menjelaskan, dari sekitar 1.700 hektare tambak di Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 755 hektare mengalami kerusakan ringan, 700 hektare rusak sedang, dan sisanya rusak berat.
Pemerintah memprioritaskan rehabilitasi tambak yang mengalami kerusakan ringan agar masyarakat dapat segera kembali berproduksi.
Selain rehabilitasi fisik, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih udang dan pakan guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pesisir.
Sekjen KKP menegaskan seluruh bantuan harus disalurkan tepat sasaran tanpa pungutan liar serta mengajak media dan seluruh pemangku kepentingan untuk ikut mengawal pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, target rehabilitasi tambak seluas 745 hektare diharapkan rampung pada akhir Agustus 2026 sehingga lahan tambak dapat kembali dimanfaatkan.
Dinas Kelautan dan Perikanan juga akan melakukan pendampingan kepada para petambak hingga masa panen.
Ia menambahkan, dengan asumsi produktivitas mencapai 600 kilogram per hektare dan harga jual sekitar Rp50.000 per kilogram, petambak berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp15 juta per hektare dalam satu siklus budidaya selama tiga bulan.
Program percepatan rehabilitasi tambak tersebut terlaksana melalui dukungan anggaran refocusing internal KKP serta dukungan Komisi IV DPR RI dalam upaya mempercepat pemulihan sektor perikanan di Aceh.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Teuku Abdul Khalid mengapresiasi langkah cepat KKP dalam merealisasikan program rehabilitasi tambak bagi masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, penggunaan anggaran refocusing internal memungkinkan proses pemulihan dilakukan lebih cepat dibandingkan menunggu mekanisme anggaran reguler.
Ia menegaskan pemerintah tidak hanya menargetkan penyelesaian rehabilitasi tambak, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali berproduksi melalui bantuan benih untuk satu siklus budidaya.
Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci agar target penyelesaian program pada Agustus hingga September 2026 dapat tercapai.
Bantuan benih udang dan pakan yang diserahkan pada kegiatan tersebut merupakan penyerahan simbolis.
Seluruh bantuan kepada petambak terdampak bencana akan disalurkan secara bertahap dan ditargetkan selesai paling lambat pada akhir Agustus 2026.
Penyuluh perikanan juga diinstruksikan untuk melakukan pendampingan dan pengawasan agar bantuan dimanfaatkan secara optimal.
Sekitar pukul 18.48 WIB, Sekjen KKP beserta rombongan meninggalkan lokasi kegiatan dan melanjutkan perjalanan menuju Banda Aceh.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi seluruh pihak, termasuk pengamanan dan monitoring yang dilakukan oleh jajaran Polres Pidie Jaya.[]
