Ketua ICMI Aceh: Pelantikan ICMI Orda Sabang Jadi Tonggak Penguatan Umat dan Kemajuan Daerah

Editor: Syarkawi author photo

 


Sabang – Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin, menyebut pelantikan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Sabang sebagai momentum bersejarah yang menandai dimulainya kiprah resmi ICMI dalam memperkuat peran umat dan mendorong kemajuan Kota Sabang.

Hal tersebut disampaikan Taqwaddin saat melantik Pengurus ICMI Orda Kota Sabang periode 2026–2031 di Aula Wali Kota Sabang, Sabtu (18/7/2026). Dalam kesempatan itu, Dr. Fajran Zain resmi dilantik sebagai Ketua ICMI Orda Kota Sabang bersama jajaran pengurus lainnya.

Menurut Taqwaddin, kepengurusan ICMI di Kota Sabang sebenarnya pernah terbentuk pada masa lalu. Namun, karena berbagai kendala, kepengurusan tersebut belum pernah dilantik secara resmi.

"Ini merupakan momentum yang sangat penting dan bersejarah. Kepengurusan ICMI Kota Sabang pernah ada, tetapi belum pernah dilantik. Alhamdulillah, hari ini sejarah baru berhasil kita ukir," ujarnya.

Ia mengatakan, sejak berdiri, ICMI telah menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, organisasi cendekiawan Muslim tersebut harus terus memperkuat perannya dalam mengawal perjalanan umat menuju kemakmuran, kesejahteraan, dan kemajuan.

Menurutnya, ICMI harus mampu menjadi organisasi yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, memperkuat kapasitas umat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.

"ICMI harus hadir memberi solusi, memperkuat kapasitas umat, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang maju dan bermartabat," katanya.

Taqwaddin juga menyoroti pentingnya menjaga akidah dan nilai-nilai keislaman di tengah berbagai tantangan zaman. 

Menurutnya, ICMI memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk memperkuat pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat agar memiliki ketahanan akidah sekaligus daya saing.

Selain itu, ia berharap ICMI Orda Kota Sabang dapat berkontribusi dalam memperkuat kemandirian masyarakat melalui pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi berbasis masyarakat, serta peningkatan kapasitas pelaku sektor pariwisata.

Ia menilai Sabang memiliki potensi besar untuk berkembang apabila seluruh elemen masyarakat dan pemerintah mampu bersinergi dalam membangun daerah.

Taqwaddin mengungkapkan, secara historis Sabang pernah berkembang sebagai kawasan peristirahatan pada masa kolonial Belanda yang membentuk budaya masyarakat relatif santai. Namun, menurutnya, kondisi tersebut dapat diubah melalui pembangunan pola pikir yang lebih produktif.

"Dengan hadirnya ICMI, pola pikir dan budaya produktif dapat terus dibangun sehingga Sabang mampu bergerak lebih maju tanpa kehilangan karakter dan keunggulannya sebagai daerah wisata," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Taqwaddin optimistis Sabang dapat menjadi salah satu daerah percontohan kemajuan di Aceh apabila seluruh potensi sumber daya manusia, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat dikelola secara terpadu.

"Sabang memiliki semua modal untuk menjadi daerah percontohan kemajuan Aceh. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi, kepemimpinan, dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk ICMI, untuk menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan oleh seluruh warga," pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini