Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki tahap akhir konstruksi, personel Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat mulai melakukan pemasangan pagar jembatan sebagai bagian dari penyempurnaan infrastruktur, Rabu (15/7/2026).
Pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud dukungan TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedalaman Aceh Tenggara.
Pada tahap ini, personel TNI dan warga bekerja sama memasang pagar jembatan secara bertahap dengan mengutamakan ketelitian.
Selain berfungsi sebagai pengaman bagi pengguna, pagar juga menjadi bagian penting untuk memastikan jembatan memenuhi standar keamanan dan kelayakan sebelum dioperasikan.
Babinsa yang mendampingi pembangunan, Pelda Dodi Harnizar, mengatakan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai tahapan yang telah direncanakan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi.
"Setiap tahapan pembangunan kami kerjakan dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian. Pemasangan pagar merupakan bagian penting untuk memastikan jembatan benar-benar aman dan layak digunakan masyarakat. Kami ingin hasil pembangunan ini kokoh, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," ujar Pelda Dodi Harnizar.
Ia menambahkan, seluruh personel juga mengutamakan keselamatan kerja dan mengikuti standar teknis yang berlaku. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan agar mutu pembangunan tetap terjaga hingga proyek selesai.
Menurutnya, percepatan pembangunan Jembatan Gantung Perintis tidak lepas dari sinergi antara TNI dan masyarakat.
Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Pembangunan ini merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat. Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat besar, mempermudah aktivitas warga, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Teger Miko maupun wilayah sekitarnya," tambahnya.
Warga setempat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Selama ini mereka kerap mengalami kesulitan menyeberangi sungai, terutama saat debit air meningkat akibat hujan deras.
Kondisi itu sering menghambat aktivitas, mulai dari anak-anak menuju sekolah, petani mengangkut hasil panen, hingga masyarakat yang hendak mengakses layanan kesehatan dan pasar.
Dengan hadirnya Jembatan Gantung Perintis, masyarakat berharap akses transportasi menjadi lebih aman, cepat, dan efisien.
Selain memangkas waktu tempuh, jembatan ini juga diyakini akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
Kodim 0108/Aceh Tenggara optimistis seluruh rangkaian pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.
Setelah resmi difungsikan, Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko diharapkan menjadi infrastruktur vital yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Aceh Tenggara.[]
