Aceh Tenggara – Kodim 0108/Aceh Tenggara terus mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Proyek tersebut kini memasuki tahapan penting, yakni pemasangan tali sling sebagai penyangga utama konstruksi jembatan.
Komandan Kodim (Dandim) 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., meninjau langsung progres pembangunan di lokasi, Minggu (12/7/2026), untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar keselamatan kerja.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap proyek infrastruktur yang diharapkan mampu membuka akses transportasi bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
Kehadiran Dandim juga menjadi motivasi bagi personel Satgas dan warga yang bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis dilaksanakan melalui kolaborasi antara personel TNI dan masyarakat setempat.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan sekaligus wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pemasangan tali sling yang merupakan komponen utama penyangga jembatan. Tahapan ini membutuhkan tingkat ketelitian tinggi, koordinasi yang baik, serta penggunaan peralatan khusus agar proses pemasangan berjalan aman dan sesuai standar teknis.
Dandim 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, mengungkapkan rasa syukur karena pembangunan terus menunjukkan progres positif. Menurutnya, dimulainya pemasangan tali sling menjadi penanda bahwa proyek telah memasuki fase konstruksi utama.
"Alhamdulillah, saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan tali sling. Tahapan ini sangat penting karena sling menjadi penyangga utama konstruksi jembatan. Berkat kerja sama yang solid antara personel Satgas dan masyarakat, kami optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pemasangan tali sling memiliki tingkat kesulitan dan risiko yang cukup tinggi.
Karena itu, seluruh personel diminta mengutamakan keselamatan kerja dengan mematuhi prosedur, menggunakan alat pelindung diri, dan saling mengawasi selama proses berlangsung.
"Saya tekankan kepada seluruh anggota agar tidak mengabaikan faktor keamanan. Pastikan setiap prosedur dilaksanakan dengan benar, gunakan seluruh perlengkapan keselamatan yang tersedia, dan saling mengingatkan selama bekerja. Pekerjaan harus selesai dengan hasil maksimal, tetapi yang lebih penting seluruh personel tetap sehat, aman, dan selamat," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Dandim juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Kuning Abadi yang terus berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pembangunan melalui semangat gotong royong.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian proyek sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga.
"Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat merupakan kekuatan besar dalam menyukseskan pembangunan ini. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh warga yang terus bekerja bersama personel TNI. Sinergi seperti inilah yang harus terus dipertahankan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Jembatan Gantung Perintis ini diharapkan menjadi akses vital bagi masyarakat Kecamatan Darul Hasanah.
Kehadirannya akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, meningkatkan akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Setelah pemasangan tali sling selesai, pekerjaan akan dilanjutkan ke tahapan konstruksi berikutnya hingga seluruh bagian jembatan rampung sesuai spesifikasi teknis.
Kodim 0108/Aceh Tenggara optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sehingga segera memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah pedalaman Aceh Tenggara.[]
