Aceh Tenggara – Personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat terus mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, dengan bergotong royong mengumpulkan material batu dari aliran Sungai Kali Alas, Jumat (24/7/2026).
Material batu yang dikumpulkan digunakan sebagai bahan penimbunan dan penguatan pondasi jembatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penyelesaian infrastruktur yang sangat dinantikan masyarakat karena akan membuka akses transportasi yang lebih aman dan mudah.
Di tengah medan yang cukup berat, personel TNI bersama warga tetap bekerja dengan penuh semangat. Dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, mereka mengumpulkan, mengangkut, dan memindahkan batu dari aliran sungai menuju lokasi pembangunan secara bertahap dan terkoordinasi.
Babinsa Kodim 0108/Aceh Tenggara, Serma Soldier, mengatakan pengumpulan material batu merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan, khususnya untuk memperkuat pondasi agar konstruksi memiliki daya tahan yang baik.
"Meski medan yang kami hadapi cukup sulit, kami bersama masyarakat tetap bersemangat melaksanakan pekerjaan ini. Batu yang dikumpulkan dari Sungai Kali Alas akan digunakan sebagai material penimbunan dan penguatan pondasi sehingga jembatan dapat berdiri kokoh dan bertahan dalam jangka panjang," ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan. Selain memberikan dukungan tenaga, partisipasi warga juga mencerminkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang nantinya akan dimanfaatkan bersama.
"Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga menjadi akses penting bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, kami terus bekerja bersama warga agar pembangunan berjalan sesuai harapan," tambahnya.
Semangat gotong royong terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Personel Babinsa dan masyarakat bekerja bahu-membahu mengangkut material batu menuju lokasi pembangunan. Meski pekerjaan cukup menguras tenaga, kebersamaan membuat seluruh proses berjalan lancar.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa tidak hanya melalui pembinaan teritorial dan komunikasi sosial, tetapi juga diwujudkan dengan keterlibatan langsung membantu masyarakat dalam pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis memiliki arti penting bagi masyarakat. Setelah rampung, jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses menuju lahan pertanian, fasilitas umum, pusat perekonomian, serta menghubungkan wilayah yang selama ini masih sulit dijangkau.
Akses yang lebih baik juga diyakini akan memperlancar mobilitas warga, memangkas waktu tempuh, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Darul Hasanah.
Salah seorang warga Desa Lawe Pinis mengaku bersyukur atas keterlibatan personel TNI dalam pembangunan jembatan tersebut.
"Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan Babinsa yang bekerja bersama masyarakat. Kehadiran jembatan ini sangat kami harapkan karena akan mempermudah aktivitas warga. Semoga pembangunannya segera selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat," katanya.
Warga lainnya menilai, gotong royong bersama Babinsa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan desa.
"Pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan jika dilakukan bersama-sama. Selain mempercepat pembangunan, kegiatan ini juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat," ujarnya.
Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan konektivitas, mobilitas, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.[]
