Pemkab Aceh Besar Dorong Sinergi Penyuluh Pertanian Percepat Swasembada Pangan

Editor: Syarkawi author photo

 


KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar mendorong penguatan sinergi para penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Aceh.

Komitmen tersebut disampaikan pada Pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Provinsi Aceh dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhiptani kabupaten/kota se-Aceh di Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 450 penyuluh pertanian dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Setelah prosesi pengukuhan, acara dilanjutkan dengan lokakarya metode tanam PMAAS sebagai upaya meningkatkan kapasitas penyuluh dalam mendukung produktivitas pertanian dan percepatan swasembada pangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, S.TP., menyampaikan apresiasi atas pengukuhan kepengurusan Perhiptani di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

Menurutnya, momentum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi profesi penyuluh pertanian sebagai mitra pemerintah dalam memajukan sektor pertanian.

"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Perhiptani yang baru dikukuhkan. Semoga Perhiptani terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Aceh," ujar Imam.

Ia menegaskan, sektor pertanian masih menjadi prioritas pembangunan di Aceh Besar karena berperan penting dalam menopang ketahanan pangan sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat. 

Karena itu, keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh peran penyuluh yang mendampingi petani dalam mengadopsi inovasi dan meningkatkan hasil produksi.

Imam juga mengajak seluruh jajaran Perhiptani untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani agar berbagai program pembangunan pertanian dapat berjalan lebih efektif.

"Kami optimistis, melalui kolaborasi yang kuat, cita-cita mewujudkan swasembada pangan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan perekonomian masyarakat dapat tercapai," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Perhiptani, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si., menegaskan bahwa Perhiptani harus menjadi organisasi profesi yang mampu memperkuat kapasitas penyuluh sekaligus menjadi motor penggerak transformasi pertanian nasional.

Menurutnya, tantangan sektor pertanian saat ini menuntut penyuluh untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh petani di lapangan.

"Pengurus yang baru dikukuhkan harus menjadikan Perhiptani sebagai organisasi yang aktif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan petani. Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian, sehingga kompetensi dan semangat pengabdiannya harus terus ditingkatkan demi mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional," ujar Isran Noor.

Ia menambahkan, pelaksanaan lokakarya metode tanam PMAAS menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyuluh agar inovasi pertanian dapat diterapkan secara lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani di seluruh Aceh.

Melalui pengukuhan kepengurusan baru dan peningkatan kapasitas penyuluh, diharapkan Perhiptani semakin berperan aktif dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mewujudkan swasembada pangan nasional.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini