Pasangkayu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan Bimbingan Kerja (Bimker) Rupaska.
Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan produktif warga binaan, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta mendukung program ketahanan pangan dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Rutan Kelas IIB Pasangkayu pada Selasa (14/7/2025) tersebut dipantau langsung oleh petugas pembina kemandirian, Muhammad Wildan.
Sejak pukul 08.35 WITA hingga selesai, petugas melakukan pengawalan dan pengawasan terhadap seluruh aktivitas pembinaan di bidang kerajinan tangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam pelaksanaannya, warga binaan bersama petugas melakukan inventarisasi dan penyiapan berbagai bahan baku produksi, seperti pisang mentah untuk pembuatan keripik, tempurung kelapa sebagai bahan kerajinan, serta bambu dan rotan untuk anyaman. Seluruh peralatan produksi juga dibersihkan agar tetap higienis dan siap digunakan.
Pada sektor kerajinan, warga binaan menghasilkan berbagai produk berupa anyaman lidi dan tudung saji (lobo).
Sementara itu, pada unit keterampilan menjahit, warga binaan mengerjakan pesanan pakaian milik pegawai maupun sesama warga binaan sebagai sarana meningkatkan kemampuan sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomis.
Untuk unit UMKM, produksi keripik pisang tidak dilaksanakan pada hari tersebut karena stok hasil produksi sebelumnya masih tersedia dan dinilai mencukupi kebutuhan.
Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Nanang Badruzzaman, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan salah satu program strategis untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
"Melalui kegiatan Bimbingan Kerja ini, kami ingin membentuk warga binaan yang memiliki keterampilan, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan sehingga mampu hidup mandiri dan produktif setelah bebas," katanya.
Ia menambahkan, program pembinaan akan terus dilaksanakan secara rutin dan dievaluasi secara berkala guna meningkatkan kualitas serta efektivitas pelaksanaannya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, Rutan Kelas IIB Pasangkayu berkomitmen menciptakan warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.[]
