BANDA ACEH – SMA Negeri 13 Banda Aceh resmi menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (18/7/2026).
Penutupan yang dipimpin langsung oleh Plt Kepala Sekolah, Dini Milia, S.Si., M.Pd., tersebut menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pengenalan sekolah bagi peserta didik baru yang telah berlangsung selama sepekan.
Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Hadir dalam acara tersebut dewan guru, tenaga kependidikan, panitia MPLS, narasumber, pengurus OSIS, serta seluruh peserta didik baru yang mengikuti kegiatan sejak hari pertama.
Dalam sambutannya, Dini Milia menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MPLS yang berjalan tertib, aman, edukatif, dan menyenangkan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh warga sekolah yang berkomitmen memberikan pengalaman awal yang positif bagi peserta didik baru.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, dewan guru, tenaga kependidikan, pengurus OSIS, serta para narasumber yang telah memberikan materi dan mendampingi peserta didik baru selama kegiatan berlangsung," ujar Dini Milia.
Ia menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial di awal tahun ajaran, melainkan momentum penting untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, serta nilai-nilai karakter yang menjadi bekal peserta didik dalam menjalani proses pendidikan.
Menurutnya, seluruh materi yang diberikan selama MPLS dirancang agar peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar baru sekaligus menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, integritas, dan semangat berprestasi.
Dini Milia juga mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sejak tahap persiapan hingga penutupan sehingga seluruh agenda dapat terlaksana sesuai jadwal tanpa kendala berarti.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama MPLS dapat terus dipertahankan oleh para peserta didik baru.
"Kami berharap anak-anak dapat belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, menjaga nama baik sekolah, serta aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki," katanya.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik baru memperoleh berbagai materi, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, pencegahan perundungan, bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga literasi digital.
Sejumlah narasumber dari berbagai instansi juga turut memberikan pembekalan guna memperluas wawasan serta meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya disiplin, etika, dan keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sekolah menggelar prosesi Peusijuk bagi seluruh peserta didik baru. Tradisi khas Aceh tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk doa dan harapan agar para siswa diberikan keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, kesehatan, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Prosesi Peusijuk juga menjadi simbol penyambutan resmi peserta didik baru sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 13 Banda Aceh dan disambut antusias oleh seluruh siswa.
Berakhirnya MPLS menjadi awal perjalanan peserta didik baru dalam menempuh pendidikan di SMAN 13 Banda Aceh.
Pihak sekolah berharap seluruh siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama MPLS dalam kehidupan sehari-hari serta siap mengikuti proses pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan semangat baru, disiplin, dan tekad untuk terus belajar, berkarya, serta mengukir prestasi demi mengharumkan nama sekolah.[]
