Stand Dekranasda Banda Aceh Diserbu Pengunjung di Expo APEKSI XVIII, Parfum Lokal Jadi Primadona

Editor: Syarkawi author photo

 

Pengunjung memadati Stand Dekranasda Kota Banda Aceh pada Expo Rakernas XVIII APEKSI di Medan.

Medan – Stand Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi pada Expo Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan. 

Beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipamerkan mendapat sambutan positif, dengan parfum khas Banda Aceh menjadi produk paling diminati pengunjung.

Sejak hari pertama pembukaan expo, stand Banda Aceh dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Mereka datang untuk melihat sekaligus membeli berbagai produk unggulan khas Aceh yang dikenal memiliki kualitas dan ciri khas tersendiri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banda Aceh, Fahmi, mengatakan tingginya antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa produk UMKM Banda Aceh semakin dikenal dan diterima di pasar nasional.

"Alhamdulillah, dari seluruh produk yang kami tampilkan, parfum menjadi produk yang paling diminati. Banyak pengunjung datang khusus untuk membeli karena sebelumnya sudah pernah menggunakan parfum asal Banda Aceh dan merasa puas dengan kualitasnya," ujar Fahmi, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, sebagian pembeli bahkan sengaja mencari stand Banda Aceh untuk mendapatkan varian parfum terbaru. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa parfum produksi UMKM Banda Aceh telah berhasil membangun kepercayaan sekaligus loyalitas konsumen dari berbagai daerah.

Selain parfum, berbagai produk kerajinan khas Aceh seperti aksesori etnik, tas, dan kain bordir juga menarik perhatian pengunjung. Produk-produk tersebut dinilai memiliki motif khas, kualitas pengerjaan yang baik, serta mencerminkan kekayaan budaya Aceh.

Kain bordir khas Banda Aceh menjadi salah satu produk favorit karena memiliki desain yang elegan dan jahitan yang rapi, sehingga banyak diminati sebagai cendera mata maupun koleksi pribadi.

Selama tiga hari pelaksanaan Expo APEKSI XVIII, transaksi penjualan di stand Dekranasda Banda Aceh terus mengalami peningkatan. Hingga hari ketiga, omzet yang berhasil dibukukan para pelaku UMKM diperkirakan mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta.

Fahmi menilai capaian tersebut menjadi hasil yang membanggakan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM Banda Aceh untuk memperluas jaringan pemasaran.

Menurutnya, keikutsertaan Banda Aceh dalam Expo APEKSI tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah kota untuk mendorong UMKM naik kelas, memperkuat daya saing produk lokal, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai daerah.

Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, dan memperluas pemasaran sehingga mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Keberhasilan stand Dekranasda Banda Aceh menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi pada Expo APEKSI XVIII menjadi bukti bahwa produk-produk lokal Aceh memiliki daya saing tinggi dan semakin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini