ACEH BESAR – Yayasan Illiza Center kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah pedalaman dengan menyerahkan satu unit mobil operasional kepada para guru yang mengajar di Kemukiman Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar.
Penyerahan bantuan tersebut disyukuri dalam acara silaturahmi yang berlangsung di SMEA Premium Kopi, Rumpet, Aceh Besar, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri puluhan guru Lamteuba, Ketua ICMI Aceh Besar Prof. Muji Mulia, Kepala SMAN 2 Kuta Baro sekaligus Ketua MKKS SMA Aceh Besar Dr. Sofyan, Kepala SMAN 1 Baitussalam Jamaluddin, M.Pd., serta sejumlah kepala sekolah dan tamu undangan lainnya.
Mobil operasional tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana transportasi bagi para guru, khususnya yang setiap hari menempuh perjalanan dari Banda Aceh menuju sekolah-sekolah di kawasan Lamteuba.
Koordinator Penggerak Guru dan Pendidikan Lamteuba, Drs. Hamdani, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Yayasan Illiza Center terhadap para tenaga pendidik yang mengabdi di wilayah pedalaman.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian nyata terhadap perjuangan para guru yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana transportasi dalam menjalankan tugas mencerdaskan generasi bangsa.
"Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Illiza Center, khususnya kepada Ibu Illiza Sa'aduddin Djamal dan Bapak Ir. Amir Ridha, atas kepedulian yang luar biasa terhadap pendidikan di Lamteuba," ujar Hamdani.
Ketua ICMI Aceh Besar, Prof. Muji Mulia, menilai pembangunan sumber daya manusia harus diawali dengan penghargaan terhadap peran guru.
Menurutnya, langkah Yayasan Illiza Center menjadi contoh nyata kolaborasi antara masyarakat sipil dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
"Semoga inisiatif seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak wilayah di Aceh yang mendapatkan perhatian dalam upaya peningkatan mutu pendidikan," katanya.
Sementara itu, Illiza Sa'aduddin Djamal bersama suaminya, Ir. Amir Ridha, berharap kendaraan operasional tersebut dapat membantu kelancaran mobilitas para guru sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di Lamteuba.
Ia mengaku terinspirasi oleh dedikasi para guru yang tetap menjalankan tugas dengan penuh semangat meski harus menghadapi tantangan akses jalan dan transportasi.
"Guru adalah ujung tombak pendidikan. Sudah sepatutnya mereka mendapatkan dukungan agar dapat menjalankan tugas dengan lebih baik. Semoga mobil operasional ini menjadi penyemangat sekaligus mempermudah mobilitas para guru dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak di Lamteuba," ujar Illiza.
Lamteuba merupakan salah satu kawasan pegunungan di Kabupaten Aceh Besar yang masih menghadapi tantangan akses transportasi. Banyak guru harus menempuh perjalanan cukup jauh setiap hari untuk mencapai sekolah tempat mereka mengajar.
Karena itu, kehadiran mobil operasional ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas mobilitas para guru, memperkuat layanan pendidikan, serta menjadi bukti bahwa pembangunan sektor pendidikan memerlukan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga sosial.
Dukungan terhadap para pendidik diyakini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi Aceh.[]
