Sigli – Dalam rangka memantau perkembangan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, Babinsa Koramil 21/Kota Sigli Kodim 0102/Pidie, Sertu Fadli, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga sembako di Pasar Kramat Dalam, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya Babinsa untuk mengetahui secara langsung kondisi harga dan ketersediaan berbagai kebutuhan pokok yang menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari.
Pemantauan dilakukan dengan berkomunikasi langsung bersama pedagang dan masyarakat yang sedang melakukan aktivitas jual beli di pasar.
Dalam kegiatan tersebut, Sertu Fadli mengecek perkembangan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok sekaligus menggali informasi mengenai ketersediaan barang di tingkat pedagang.
Selain itu, komunikasi dengan para pedagang juga dilakukan untuk mengetahui berbagai kendala yang mungkin dihadapi dalam aktivitas perdagangan.
Sertu Fadli menyampaikan bahwa kegiatan monitoring harga sembako dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap kondisi perekonomian masyarakat di wilayah binaan.
“Melalui monitoring ini, kami dapat mengetahui secara langsung perkembangan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran. Informasi tersebut menjadi bahan pemantauan terhadap kondisi ekonomi masyarakat di wilayah,” ujarnya.
Selain memantau harga, Babinsa juga mengimbau para pedagang agar tetap menjaga kualitas barang yang dijual serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan konsumen. Masyarakat juga diharapkan dapat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan.
Kegiatan monitoring mendapat respons positif dari para pedagang maupun masyarakat. Kehadiran Babinsa di pasar dinilai dapat mempererat komunikasi dengan warga sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi perdagangan dan kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Kota Sigli.
Melalui kegiatan tersebut, Koramil 21/Kota Sigli Kodim 0102/Pidie terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan melaksanakan pemantauan terhadap berbagai perkembangan di wilayah binaan, termasuk kondisi harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan perkembangan harga dan ketersediaan sembako dapat diketahui secara lebih dini sehingga kondisi kebutuhan pokok masyarakat tetap terpantau dan aktivitas perekonomian di wilayah berjalan dengan baik, aman, dan kondusif.[]
