![]() |
| Ilustrasi orang tua membina anak-anak. Foto: Magnific |
Banda Aceh — Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh mengajak para orang tua untuk semakin aktif mendampingi, membangun komunikasi, dan memberikan keteladanan kepada anak sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berakhlak serta memahami dan mengamalkan nilai-nilai syariat Islam.
Kepala DSI Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., M.S., mengatakan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, pembinaan yang dimulai dari lingkungan keluarga akan membantu menciptakan suasana yang mendukung tumbuh kembang anak secara positif.
“Pencegahan terbaik dimulai dari rumah. Orang tua memiliki peran penting untuk mengetahui aktivitas anak, dengan siapa mereka bergaul, ke mana mereka pergi, serta memastikan lingkungan pergaulannya memberikan pengaruh yang positif,” ujar Alimsyah, Ahad (23/8/2026).
Ia mengatakan perhatian dan pendampingan orang tua tidak hanya dibutuhkan ketika anak beraktivitas di luar rumah. Perkembangan teknologi dan media sosial juga menghadirkan ruang baru yang perlu dipahami dan diawasi secara bijak oleh orang tua.
Karena itu, DSI Kota Banda Aceh mendorong orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengenali lingkungan pergaulannya, memantau penggunaan media sosial secara proporsional, serta memperkuat pendidikan agama dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak perlu dibimbing dengan pendekatan yang baik. Pengawasan harus berjalan seiring dengan komunikasi, keteladanan, pendidikan agama, dan perhatian dari orang tua. Jangan sampai anak merasa tidak memiliki tempat untuk bercerita di dalam keluarga,” katanya.
Menurut Alimsyah, pendekatan yang hangat dan komunikatif akan membuat anak merasa dihargai sekaligus memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Dengan demikian, keluarga tidak hanya menjadi tempat anak menerima aturan, tetapi juga menjadi ruang untuk mendapatkan dukungan, bimbingan, dan keteladanan.
Ia menegaskan, pembinaan generasi muda bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak syariat. Sekolah, lingkungan masyarakat, tokoh agama, aparatur gampong, dan keluarga harus saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Dalam upaya memperkuat pembinaan dan pengawasan syariat Islam, DSI Kota Banda Aceh bersama Dai Perkotaan dan Muhtasib Gampong juga terus melaksanakan kegiatan dakwah, sosialisasi, pencegahan, dan pengawasan di tengah masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat dilakukan secara edukatif dan persuasif dengan mengedepankan pembinaan serta kesadaran bersama.
Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar nilai-nilai agama dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengesampingkan kebutuhan anak untuk memperoleh pendampingan yang baik dari keluarga.
“Kita ingin Banda Aceh tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama, dan keluarga menjadi garda terdepan,” pungkasnya.[]
