MAMASA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Mamasa turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan minum kopi bersama secara serentak menggunakan gelas bambu, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut berlangsung di Lapas Kelas III Mamasa dan diikuti sebanyak 164 peserta dari jajaran Lapas dengan penuh antusias.
Minum kopi bersama itu merupakan bagian dari kegiatan serentak yang melibatkan sekitar 33.000 peserta.
Agenda tersebut tidak hanya digelar untuk memeriahkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga diarahkan sebagai bagian dari upaya pencatatan prestasi dan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Penggunaan gelas berbahan bambu menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain mencerminkan pemanfaatan bahan alam, gelas bambu juga merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Mamasa serta kedekatan masyarakat dengan alam dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Lapas Kelas III Mamasa, Abimanyu Novarian Ustadi, mengatakan keterlibatan jajaran Lapas merupakan bentuk dukungan sekaligus kebanggaan terhadap potensi yang dimiliki Kabupaten Mamasa.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi jajaran Lapas Kelas III Mamasa untuk bersama-sama masyarakat menyukseskan kegiatan yang membawa nama Kabupaten Mamasa, sekaligus menunjukkan kebanggaan terhadap potensi daerah,” ujar Abimanyu.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pencatatan rekor, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kopi Mamasa kepada masyarakat secara lebih luas.
Kopi Mamasa dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan dipromosikan sebagai salah satu produk unggulan daerah.
Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal sekaligus memiliki kebanggaan terhadap produk lokal.
Keterlibatan 164 peserta dari Lapas Kelas III Mamasa juga menjadi wujud partisipasi jajaran pemasyarakatan dalam mendukung kegiatan daerah, terutama kegiatan yang mengangkat potensi lokal, budaya dan produk unggulan masyarakat.
Selain kopi, penggunaan gelas bambu turut memberikan pesan tentang pentingnya menjaga dan mengangkat kearifan lokal.
Bahan bambu yang dekat dengan kehidupan masyarakat Mamasa menjadi simbol bahwa potensi daerah dapat dikemas dalam kegiatan sederhana namun memiliki nilai budaya dan promosi.
Selama pelaksanaan, kegiatan minum kopi bersama di Lapas Kelas III Mamasa berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.
Lapas Kelas III Mamasa berharap kegiatan kebersamaan serupa dapat terus dikembangkan sebagai sarana mempromosikan potensi daerah, memperkuat kebanggaan terhadap produk lokal, serta meningkatkan sinergi antara Lapas, pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Mamasa.[]
